Rabu 16 Oktober 2019, 07:45 WIB

Anies Akui Pembicaraan Ambil Alih Air Mandek

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Akui Pembicaraan Ambil Alih Air Mandek

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Petugas melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui proses pengambilalihan pengelolaan air bersih dari swasta mandek.

Pengelolaan air bersih Jakarta selama ini dikelola oleh dua perusahaan swasta yaitu Aetra dan Palyja. Kontrak mereka akan berakhir pada 2023 mendatang.

Salah satu pihak, menurut Anies, sudah setuju mengakhiri kontrak. Sementara satu pihak sisanya tidak mau menyetujui penawaran penghentian kontrak lebih cepat dari Pemprov DKI.

"Sekarang ini, proses pembicaraan serius dengan swasta ada Palyja dan Aetra. Dengan satu pihak berlangsung progresif, satu pihak mandek," ujarnya dalam konferensi pers di Balai Kota, Selasa (15/10).

Baca juga: Anies: Pembangunan Jakarta Baru Capai 40%

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap progres bisa didapat dalam waktu dekat karena pendekatan terus dilakukan.

"Ini yang kita harap bisa dituntaskan," tandasnya.

Sebelumnya, April lalu, Pemprov DKI memutuskan menghentikan swastanisasi air dan berniat mengelola sendiri air bersih di Jakarta.

Hal itu dilakukan karena adaya wanprestasi dari pihak swasta dan merugikan Pemprov DKI maupun masyarakat.

Saat ini keterjangkauan suplai air kepada masyarakat baru mencapai 59,4%. Swasta diharuskan mencapai keterjangkauan suplai air hingga 82% hingga kontrak berakhir pada 2023 mendatang yang dikhawatirkan tidak akan terpenuhi. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More