Rabu 16 Oktober 2019, 07:00 WIB

Makan Ikan Asin Berlebih Picu Kanker Nasofaring

(Rif/H-2) | Humaniora
Makan Ikan Asin Berlebih Picu Kanker Nasofaring

ANTARA News/Lia Wanadri
Ahli onkologi medik Prof Aru W. Sudoyo, MD, PhD, FINASIM, FACP dalam acara temu media di Bogor, Selasa (8/10/2019). (ANTARA News/Lia Wanadri

 

MENGONSUMSI ikan asin secara berlebihan bisa memicu kanker nasofaring. Risiko terkena kanker itu akan semakin tinggi bila seseorang memliki daya tahan tubuh yang lemah.

Ahli Onkologi Medik, Prof Dr dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FINASIM, FACP mengungkapkan ikan asin mengandung kadar garam yang terlalu tinggi. Proses penjemuran yang dilakukan pada ikan membuat sel-selnya berubah hingga memunculkan nitrosamin.

"Apalagi Kalau makan ikan asin bersama nasi panas, nitrosamin terbawa uap ke nasofaring," ujar Prof Aru, dalam acara Kalbe Academia for Media di Bogor, Jawa Barat, Selasa, (8/10).

Nasofaring merupakan jenis kanker tenggorok atas yang terletak di bagian belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa benjolan pada tenggorok, penglihatan kabur, hingga kesulitan membuka mulut.

Menurutnya, risiko terkena kanker nasofaring dapat diminimalkan dengan mengonsumsi gizi yang seimbang dengan makanan berserat seperti sayur-sayuran. "Sekali-sekali saja makan ikan asin sama nasi panas," sahutnya. (Rif/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More