Rabu 16 Oktober 2019, 05:00 WIB

Iklim Usaha dan Investasi Dijaga

Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Iklim Usaha dan Investasi Dijaga

(ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Indonesia Trade and Investment Summit (ITIS) 2019 di Hotel Ritz Carlton,

 

PEMERINTAH terus fokus untuk memperbaiki berbagai kebijakan ekonomi di semua sektor guna menjaga iklim usaha, investasi, dan daya saing Indonesia. Di era industri 4.0 ini pemerintah akan mengubah kebijakan ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi industri manufaktur dan jasa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan untuk menca-pai tujuan itu, pemerintah telah menyiapkan tujuh langkah. Pertama, mengembangkan industri berbasis sumber daya alam mulai hulu hingga ke hilir. Dalam hal ini pemerintah telah memberikan insentif berupa tax holiday sesuai dengan besaran investasi.

"Sektor SDA yang mendapatkan tax holiday, yaitu industri kimia dasar, logam dasar, pemurnian, petrokimia, dan industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan. Namun, ini bukan close list," tutur Darmin di acara Indonesia Trade Investment Summit, Jakarta, kemarin.

Pemerintah juga tengah membenahi soal perizinan melalui online single submission (OSS) dalam rangka mempermudah dan mempercepat perizinan usaha dan investasi.

Langkah selanjutnya ialah melakukan perubahan sistem perpajakan secara menyeluruh. Hal itu dapat dilihat dengan adanya omnibus law soal perpajakan yang memberikan insentif pajak atau tax holiday kepada pelaku usaha dan investor.

Selain tax holiday, pemerintah juga memberikan insentif kepada pelaku usaha yang terlibat membantu pemerintah pada program vokasi.

Langkah kelima yang dilakukan pemerintah, imbuh Darmin, yakni terkait dengan kebijakan perdagangan guna menciptakan tingkat ekspor dan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Langkah selanjutnya, yakni terkait dengan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten. Darmin mengungkapkan, pemerintah kini mengembangkan program pendidikan dan vokasi yang meliputi tiga lembaga, yakni SMK, BLK, dan Politeknik.

Langkah terakhir ialah peng-optimalan infrastruktur yang telah dan yang akan dibangun pemerintah. Salah satunya yang tengah gencar dilakukan ialah pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Pembangunan KEK untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang bernilai tinggi dengan didukung pemberian fasilitas dan insentif serta kemudahan berinvestasi," tukas Darmin.

Buka diri

Secara terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, mengatakan Indonesia perlu lebih membuka diri kepada dunia. Dalam hal ini, Indonesia harus mampu menciptakan iklim usaha dan investasi yang bersahabat.

"Hal itu sudah dilakukan negara lain dan terlihat hasilnya. Mereka yang menciptakan iklim usaha dan investasi yang bersahabat kerap dijadikan tempat berlabuh para investor," kata Thomas di acara Indonesia Trade Investment Summit, Jakarta.

Kesadaran pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur, lanjut Thomas, merupakan hal yang tepat untuk dilakukan dan terus difokuskan sebab tanpa pembangunan infrastruktur yang masif dan berkualitas, daya saing Indonesia mungkin akan terjun bebas jauh dari laporan WEF kemarin. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More