Selasa 15 Oktober 2019, 22:40 WIB

Mantan Pemimpin Bank Riau Kepri Dituntut Penjara 13,5 Tahun

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Mantan Pemimpin Bank Riau Kepri Dituntut Penjara 13,5 Tahun

Ilustrasi
Mantan Pemimpin Bank Riau Kepri Dituntut Penjara 13,5 Tahun

 

MANTAN pemimpin Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Ardinal Amri, dituntut pidana penjara selama 13 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (15/10).

Ardinal dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi kredit fiktif. Adapun tiga terdakwa lainnya yang juga pegawai bank milik Pemprov Riau tersebut yakni Zaiful Yusri, Syafrizal, dan Heri Aulia dituntut pidana selama 6 tahun penjara.

"Menuntut terdakwa Ardinal dengan pidana penjara selama 13 tahun 6 bulan. Terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp500 juta atau subsider 5 bulan penjara," kata jaksa penuntut umum, Apriliana, di hadapan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu.

Selain itu, terdakwa juga dituntut untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp32,4 miliar. Jika tidak dibayarkan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa akan disita untuk negara. Sedangkan terhadap tiga terdakwa lainnya, jaksa menuntut dibebankan membayar denda masing-masing Rp300 juta atau subsider 3 bulan penjara.

JPU menyebutkan perbuatan keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.


Baca juga: Kejati Tahan Mantan Kepala Dinas Peternakan Blora


Menanggapi tuntutan itu, keempat terdakwa akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi pada pekan depan.

Seperti diberitakan, perkara yang menjerat keempat terdakwa ini terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Ketika itu penyaluran kredit yang diduga fiktif itu berupa kredit umum perorangan yang dicairkan sekitar Rp43 miliar kepada 110 debitur. Mayoritas para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerja sama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dan pemimpin Bank Riau Kepri Capem Dalu-Dalu.

Celakanya, para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu, karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit.

Kuat dugaan ada oknum Bank Riau Kepri yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Belakangan diketahui kredit itu macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit. Sehingga negera dirugikan Rp32 miliar. Kasus serupa juga terjadi pada sejumlah cabang Bank Riau Kepri di Provinsi Riau. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More