Rabu 16 Oktober 2019, 04:00 WIB

MUI Dorong Cek Keberadaan Komunitas Crosshijaber

(Rif/H-3) | Humaniora
MUI Dorong Cek Keberadaan Komunitas Crosshijaber

Foto: Facebook
Crosshijaber

 

MUNCULNYA akun Facebook dan Instagram sebuah komunitas yang menamakan dirinya Crosshijaber menghebohkan masyarakat. Crosshijaber merupakan pria yang kerap kali berpakaian syari seperti perempuan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) Masduki Baidlowi, mengatakan, kejadian yang beredar di media sosial harus dicek ulang terlebih dahulu.

"Kalau berdasarkan media sosial, bisa saja itu bohong. Di zaman post-truth sekarang itu banyak bohongnya daripada tidaknya, jadi memang harus dicek kebenarannya," jelas Masduki melalui sambungan telepon, di Jakarta, Selasa (15/10).

"Jadi, misalnya, sengaja dikampanyekan oleh pihak-pihak tertentu, ada yang memang punya motif sendiri. Lalu viral ramai, seakan-akan itu benar, lalu menjadi opini yang kuat seolah-olah itu benar, padahal faktanya belum tentu ada," imbuhnya.

Komunitas Crosshijaber mengunggah wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang, sampai dengan pria bercadar. Mereka juga menunjukkan keberaniannya memasuki area khusus perempuan, mulai toilet hingga musala. (Rif/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More