Rabu 16 Oktober 2019, 03:35 WIB

Mendikbud Bentuk Desk Papua

(Bay/H-1) | Humaniora
Mendikbud Bentuk Desk Papua

antara
Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan hal itu saat berkunjung ke sejumlah sekolah di Kenyam, Kabupaten Nduga

 

PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk Desk Papua untuk melakukan intervensi khusus dalam rangka memulihkan dan memajukan pendidikan di Papua pascakerusuhan sosial di sana.

Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan hal itu saat berkunjung ke sejumlah sekolah di Kenyam, Kabupaten Nduga, dan Wamena di Kabupaten Jayawiyaya, Papua Barat, kemarin. Turut mendampingi Mendikbud, yakni Staf Ahli Bidang Pusat dan Daerah James Modouw, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, Direktur Pembinaan PAUD M Hasby, dan sejumlah wartawan.

Sesuai pesan Presiden Jokowi yang mengamanatkan untuk membangun pendidikan di Papua dan Papua Barat, ujar Muhadjir, Kemendikbud membentuk Desk Papua yang dipimpin Staf Ahli Mendikbud, James Moudow, yang juga tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat. "Beliau pejabat eselon Kemendikbud yang saya tugaskan berkantor di Jayapura guna berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam memajukan pendidikan di Papua dan Papua Barat," ujar Muhadjir.

Menurut Muhadjir, kondisi pendidikan di Nduga dan Jayawijaya juga masih ada kesenjangan. Jayawijaya dinilai lebih maju sarana dan prasarana pendidikannya. "Kita harus bangun Nduga, Jayawijaya dan wilayah lainnya di Tanah Papua, Papua Barat, juga wilayah lainnya di Tanah Air demi kemajuan Indonesia," tegas Muhadjir.

Sekretaris Daerah Nduga Namia Gwijangge mengapresiasi kunjungan Mendikbud yang menurutnya sangat berarti dan memberi semangat warga Nduga. "Beliau menteri yang berani yang mau berkunjung ke Nduga karena wilayah ini bisa dikatakan masih setengah aman," cetusnya. (Bay/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More