Selasa 15 Oktober 2019, 21:30 WIB

Jokowi Diharapkan Perbanyak Menteri dari Kalangan Profesional

Jokowi Diharapkan Perbanyak Menteri dari Kalangan Profesional

MI/Ramdani
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro

 

PRESIDEN Joko Widodo diharapkan memperbanyak menteri dari kalangan profesional daripada memilih dari partai politik dalam penyusunan
Kabinet Kerja Jilid II, kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro.

"Kabinet di periode kedua ini Jokowi harus profesional dan tak terbebani kepentingan politik sempit," kata Siti, di Jakarta, Selasa (15/10).

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat memberi sinyal bahwa porsi untuk menteri dari kalangan profesional ialah 55%, sedangkan kalangan parpol 45%.  

Ia mengutarakan, salah satu keuntungan kalangan profesional, karena akan lebih loyal ke presiden, sehingga tak ada tarik menarik politik.


Baca juga: Peran Pemerintah Daerah Sebagai Kunci Demokrasi


"Loyalitasnya lebih ke presiden. Dan tarik-tarikan politik dari partai kurang atau tak ada, karena bukan kader," jelas Siti.

Dia mengingatkan, kabinet ke depan ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, yang sedang menghadapi tantangan seperti masalah ekonomi global.

"Menteri-menteri yang direkrut harus kompeten dan profesional agar mereka mampu melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat," jelas Siti.

Selain itu, masih kata dia, karena tanpa beban politik maka menteri akan fokus melaksanakan tugasnya.

"Dibutuhkan menteri-menteri yang fokus melaksanakan tugasnya dan mengedepankan kepentingan negara," ujarnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More