Selasa 15 Oktober 2019, 21:25 WIB

Jadi Jualan Saat Kampanye, Ini Nasib OK OCE di Tangan Anies

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Jadi Jualan Saat Kampanye, Ini Nasib OK OCE di Tangan Anies

MI/Bary Fathahilah
OK OCE Mart

 

MENJADI salah satu program unggulan saat kampanye pada 2017, One Kecamatan One Center Enterpreneuship (OK OCE) masih diteruskan oleh pemerintah provinsi (pemprov) DKI.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia mengatakan, tujuan program OK OCE adalah untuk mengembangkan wirausaha.

"Karena itu kita sekarang memperluas justru jangkauan kegiatan dengn variasi yang bermacam-macam. Kemarin OK OCE banyak dijangkau pemula, sementara banyak yang sudah di tengah jalan. Itu kita fasilitasi. Jadi kita jalankan terus," kata Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (15/10).

Pada awalnya program ini dijanjikan akan melahirkan 200 ribu pengusaha dalam lima tahun. Namun sampai sekarang Anies tidak menyebutkan sudah berapa mencetuskan berapa pengusaha.


Baca juga: Anies: Operasi Komersial LRT Tunggu Izin Terbit


Anies kemudian yakin bahwa program tersebut akan diterima oleh masyarakat. Ia mengatakan bahwa program pengembangan usaha itu tidak harus diajarkan dari dasar (basic).

"Kalau kita mengasumsikan semua pemula, repot. Justru kita sekarang mengakui ada berbagai jenis fase dalam wirausaha. Ada yg baru mulai, sudah menengah, ada yg lama tapi skala belum berkembang," kata Anies.

"Karena itu sekarang programnya meluas menjangkau semua.Memang nama programnya adalah PKT yaitu Program Kewirausahaan Terpadu. Semuanya bisa dijangkau bukan hanya pemula," tandasnya.

Sebelumnya, mantan wakil gubernur Sandiaga Uno mengklaim bahwa program OK OCE sanggup mengurangi pengangguran di DKI pada 2018. OK OCE sendiri diluncurkan sejak Februari 2018 ketika Sandi masih menjabat Wakil Gubernur DKI. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More