Selasa 15 Oktober 2019, 20:35 WIB

Dua Tersangka Baru Korupsi Bandara Lasondre Ditahan Kejari Sumut

Yoseph Pencawan | Nusantara
Dua Tersangka Baru Korupsi Bandara Lasondre Ditahan Kejari Sumut

youtube
Bandara Lasondre

 

DUA tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek pengembangan Bandara Lasondre di Kabupaten Nias Selatan ditahan Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara.

Menurut Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, pihaknya terus melanjutkan pengusutan dugaan korupsi yang terjadi di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre, Kabupaten Nias Selatan, berlanjut.

"Perkembangan terakhir, hari ini Penyidik Tipikor Kejati Sumut melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka baru," ujarnya, Selasa (15/10).

Dua orang yang diringkus, yakni Kasubag Umum dan Kepegawaian Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan berinisial nama IAF serta seorang ASN Otoritas Bandar Udara Wilayah II, berinisial IPR.

Dalam proyek ini, IPR bertindak sebagai PPK dan IAF selaku Ketua Pokja di Kementerian Perhubungan. Pekerjaan proyek tersebut adalah peningkatan PCN runaway, taxiway, apron dengan AC hotmix di Bandara Lasondre, Nias Selatan.

Mereka diduga menerima fee dari pencairan dana pengerjaan proyek dan sudah mengakuinya. Kerugian negara yang timbul dari perbuatan mereka sebesar Rp14.755.476.788. Jumlah tersebut diketahui dari hasil audit konsultan yang ditunjuk Kejati Sumut.


Baca juga: Polresta Surakarta Antisipasi Serangan Bom Kelompok Abu Zee


Anggaran proyek berasal dari APBN 2016 sebesar Rp27 miliar dan jumlah tersebut sudah dibayar sebanyak Rp19.847.973.127 kepada para tersangka yang sudah mencapai pembayaran termin keempat atau 80% dari pengerjaan.

Namun ternyata proyek baru dikerjakan 20% dan pencairan dana tidak dilengkapi dengan dokumen yang seharusnya.

Menurut Sumanggar, sebelum ditahan mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan pada pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya dinyatakan sehat dan dapat dilakukan penahanan.

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diubah  menjadi Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 3 UU No 20/2001 tentang Perubahan dari No 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 KUHPidana.

Sumanggar berujar, kedua tersangka akan ditahan Penyidik Kejati Sumut sampai 20 hari ke depan. Untuk sementara mereka dititipkan di Rutan Tanjung Gusta, Medan, menunggu Kejati Sumut melanjutkan pemberkasan keterlibatan oknum ataupun pejabat lain yang ada di Nias Selatan.

Sebelumnya, penyidik Tipikor Kejati Sumut telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka berinisial DCN dan AH. DCN merupakan Direktur PT Harawana Konsultan, sedangkan AH merupakan Direktur 2 PT Mitra Agung Indonesia. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More