Rabu 16 Oktober 2019, 05:05 WIB

NASA Rancang Baju Astronot Terbaru untuk Misi Artemis

Bagus Pradana | Weekend
NASA Rancang Baju Astronot Terbaru untuk Misi Artemis

Dok. NASA
Baju antariksa terbaru itu sekilas tidak tampak jauh berbeda dari generasi sebelumnya.

Para astronot yang ditetapkan untuk misi Artemis ke Bulan akan mengenakan pakaian antariksa baru. Pakaian akan dirancang ulang dengan teknologi terkini agar para astronot dapat menyelesaikan tugas yang lebih kompleks.

Pakaian antariksa terbaru ini dirancang agar mobilitas para astronot lebih optimal, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan aktifitas fisik di luar angkasa seperti mengangkat benda-benda atau berjalan di medan bergravitasi rendah.

Dikutip dari Dailymail, sebuah video terkenal memperlihatkan Gene Cernan, astronot Apollo 17, mencoba untuk melompat seperti kelinci di bulan dengan gerak tubuh yang terbatas. Keterbatasan itu ialah masalah yang ingin dihilangkan oleh NASA dengan desain baju astronot terbarunya. 

Desain itu juga bersifat portable, atau dapat dibongkar-pasang dalam perjalanan luar angkasa. Ini memungkinkan para astronot untuk menyesuaian diri berdasarkan lingkungan, seperti fungsi pendukung di atmosfer yang kaya karbon dioksida atau sistem pemanasan untuk suhu dingin.

Akan ada pula lubang darurat di area belakang pakaian yang memungkinkan pemakainya keluar melalui bagian atas baju. Para astronot juga dapat membenahi penempatan bahu pada pakaiannya sehingga mobilitas dan perlindungan sang astronot lebih terjamin.

Pakaian antariksa ini juga akan dirancang untuk memungkinkan gerakan astronot mengangkat benda-benda di atas kepala mereka. Karena astronot mengandalkan gravitasi untuk bergerak di luar angkasa, bukan kaki mereka,celana dan sepatu boot akan dirancang untuk mengakomodasi pergerakan dalam gravitasi parsial.

Area bagian bawah pakaian akan dirancang dengan bahan canggih dan bantalan sambungan. Setiap astronot juga akan menggunakan sepatu hiking dengan sol yang lebih fleksibel.

Untuk mengatasi masalah dengan mikrofon di helm, yang terkadang menjadi berkeringat dan tidak nyaman, NASA akan menggantinya dengan sistem baru yang diaktifkan suara dan ditempatkan di area tubuh bagian atas.

Helmnya pun mengalami perubahan dengan penambahan pelindung yang akan melindungi helm pada pakaian antariksa dari keausan atau penyok akibat goresan abrasif dari benda-benda luar angkasa. Juga terdapat sistem quick-swap yang memungkinkan astronot dapat mengganti pelindung sebelum atau setelah perjalanan luar angkasa sehingga tidak perlu untuk mengirimnya kembali ke Bumi untuk perbaikan.

Pada fasilitas antropometri dan biomekanik di Johnson Space Center, NASA, para astronot yang ditetapkan untuk misi perjalanan di Bulan akan menjalani pemindaian 3D seluruh bagian tubuhnya. Mereka diarahkan untuk melakukan gerakan-gerakan dasar yang diproyeksi akan banyak dilakukan selama perjalanan di luar angkasa.

Dengan model animasi 3D yang lengkap, NASA dapat mencocokkan astronot dengan komponen pakaian antariksa modular yang akan memberikan kenyamanan dan keleluasaan gerak tubuh, sehingga potensi iritasi kulit akan berkurang.

NASA menargetkan pada paruh terakhir 2024 akan mendaratkan para astronot di dekat kutub selatan bulan.

Target tersebut ditetapkan untuk memberi lebih banyak waktu guna menjamin keberhasilan dari proyek-proyek penelitian yang dilakukan oleh NASA - termasuk pakaian antariksa generasi terbaru ini. (M-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More