Selasa 15 Oktober 2019, 19:40 WIB

Jakarta Masih Dilanda Banjir, Anies Fokus Bikin Kolam Retensi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Jakarta Masih Dilanda Banjir, Anies Fokus Bikin Kolam Retensi

Antara/Indrianto Eko Suwarso
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau titik banjir di Jakarta

 

JAKARTA di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan masih dilanda banjir. Selama dua tahun masa pemerintahan Anies, program pengentasan banjir melalui normalisasi sungai berhenti.

Ia justru lebih mengandalkan program pemerintah pusat yakni pembangunan waduk-waduk di daerah hulu.

Alasannya banjir Jakarta masih terjadi karena masih belum berkurangnya volume air dari hulu yang mengalir ke hilir yang ditambah faktor permukaan tanah di Jakarta pada daerah pesisir lebih rendah dibandingkan laut.

"Selama volume dari hulu tidak dikendalikan. Maka sebesar apapun yang kita buat, sebesar apapun jalur di laut akan masalah. Kita menghadapi permukaan tanah yang lebih rendah dan permukaan air laut yang tinggi," ujar Anies dalam konferensi pers dua tahun masa jabatannya di Balai Kota, Selasa (15/10).

Untuk itu ia pun fokus untuk terus membuat kolam-kolam retensi di daerah hulu untuk memecah volume air dari hulu. Ini juga akan ditambah dua waduk besar yang dibangun oleh pemerintah pusat yakni Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi.

Baca juga : Dua Tahun Anies, PDIP: TGUPP Nihil Kinerja

Ia menyebut telah berkomunikasi untuk melakukan program ini dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta presiden.

Normalisasi menurutnya bukan satu-satunya penyelesaian banjir. Karena saat ini menurut fakta lokasi yang masih dilanda banjir justru yang sudah dilakukan normalisasi.

Di sisi lain, untuk menghentikan laju pernurunan muka tanah sebagai pencegahan banjir di wilayah pesisir, ia akan terus membangun pipanisasi jaringan air bersih.

Sebab, dari penelitian Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui pembangunan pipa jaringan air bersih menghentikan laju penurunan muka tanah. Sementara pada daerah yang belum dipipanisasi, laju penurunan muka tanahnya terus terjadi.

"Ini sekaligus kita akan dorong untuk menahan laju muka tanah dan memperluas jangkauan layanan air bersih," ungkapnya.(OL-7)

Baca Juga

Dok MI

Jumlah Kasus Aktif Covid-19 DKI Terus Berkurang

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:20 WIB
Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 104.235 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang...
ANTARA/Septianda Perdana

Dua Ormas Bentrok di Tangerang, Kapolsek Ciledug Terkena Sabetan

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:07 WIB
Bentrokan di Jalan Raden Fatah itu berawal dari perusakan bendera ormas oleh anggota ormas lain berinisial MH dan...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Menhub Wanti-wanti Arus Balik Libur Panjang pada 1 November

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:57 WIB
PT KAI Daop I Jakarta sudah memberangkatkan total 9.563 penumpang dengan 11 perjalanan kereta api per hari dari Stasiun Pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya