Selasa 15 Oktober 2019, 18:41 WIB

Mendag RI Optimistis RCEP Tuntas November

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Mendag RI Optimistis RCEP Tuntas November

Antara
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

 

MENTERI Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita bersama menteri-menteri perdagangan dari 15 negara yang terlibat dalam perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) baru saja menghadiri pertemuan lanjutan di Bangkok, Thailand, untuk membahas penyelesaian pakta perdagangan regional tersebut.

Enggartiasto menyampaikan, secara substansi pembahasan sudah hampir rampung. Negara-negara anggota ASEAN sangat berkomitmen untuk dapat segera merampungkan perundingan kerja sama dan mengimplementasikannya pada 2020 mendatang.

"Sudah banyak kemajuan. Sesuai target, Insyaallah pembahasan akan selesai November nanti," ujar Enggartiasto kepada Media Indonesia, Selasa (15/10).

Selama ini, perundingan RCEP terbilang cukup alot karena melibatkan begitu banyak negara. Tidak hanya 10 negara ASEAN, Tiongkok, India, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Jepang juga terlibat di dalamnya.

Setiap peserta harus bisa mengambil manfaat dari perjanjian itu. Di sisi lain, mereka juga harus memberikan ruang bagi negara-negara lain untuk mengambil keuntungan.

Selama ini, India dianggap menjadi pihak yang sedikit menghambat karena melontarkan banyak persyaratan.

Baca juga: Defisit Neraca Dagang Menyusut Karena Industri Bergerak Lambat

Kengototan India dinilai cukup beralasan. Sebagai negara dengan populasi 1,3 miliar jiwa, India merupakan pasar yang sangat besar. Mereka tidak ingin hanya menjadi target bagi negara-negara ASEAN. India tetap ingin ada proteksi bagi produk-produk unggulan dalam negeri mereka supaya tidak tertimbun barang impor dari 15 negara member RCEP.

Namun, Enggartiasto mengatakan bahwa sikap India sudah lebih maju. "Beberapa hal yang jadi persoalan akan mereka bahas secara bilateral dengan negara yang bersangkutan," tuturnya.

RCEP merupakan pakta regional terbesar di dunia yang mencakup 47,4% populasi global, 32,2% perekonomian mancanegara, 29,1% perdagangan internasional dan 32,5% arus investasi dunia.

RCEP tidak hanya menguntungkan bagi kawasan, tetapi juga bagi dunia internasional.

RCEP akan menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi bagi seluruh anggota yang masih memiliki perbedaan perkembangan ekonomi. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More