Selasa 15 Oktober 2019, 16:24 WIB

Tim Gabungan Terus Bekerja Keras Tangani Karhutla di Palembang

mediaindonesia.com | Humaniora
Tim Gabungan Terus Bekerja Keras Tangani Karhutla di Palembang

Mi/Mohamad Irfan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengungkapkan, pihaknya telah mengeluarkan radiogram perintah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel).

Radiogram atau pesan tertulis langsung diserahkan kepada Gubernur Sumsel  Herman Deru dan Bupati Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin, dan Bupati Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar.

“Hari ini masih terus dipantau. Panglima TNI ( Marsekal Hadi Tjahjanto) memperkuat jajaran  dan menambahkan helikopter  serta langkah hujan buatan. Demikian pula Kapolri ( Jenderal Tito Karnavian) memperkuat kerja tim lapangan. Gubernur terus mengikuti perkembangan,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10).

Lebih lanjut  Siti Nurbaya mengatakan, dirinya terus berkoordinasi dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Sumsel juga  meminta dukungan swasta di lokasi terdekat dalam penangangan karhutla di Palembang.

“Di lapangan satuan tugas (Satgas) dipimpin Danrem dengan diarahkan Gubernur Sumsel dan Panglima TNI telah bekerja keras. Saya terus memantau perkembanhan,” tambah Menteri LHK.

Dalam penanganan karhutka di Dusun IX Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba, Sumsel. melibatkan dari berbagai kalangan yang terdiri dari puluhan personel.

Sementara itu, dengan didukung peralatan berat dan lebih dari 700 personel dari berbagai tim diterjunkan untuk menangani karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel.   

Di sisi lain, Menteri LHK melaporkan bahwa jumlah hotspots bertambah hingga Senin (14/10) kemarin.

Bahkan dalam dua hari terakhir, Kota Palembang masih diselimuti asap dari karhutla yang cukup tebal dari pukul 04.00 WIB hingga 08.00 WIB. Tidak hanya itu, pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 pada Senin (14/10) asap dirasakan warga setempat dan cukup membahayakan kesehatan dan memicu penyakit pernapasan.      

Siti Nurbaya mengatakan berdasarkan data cuaca, arah angin bergerak menuju Kota Palembang. Upaya operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) hendak dilaksanakan namun awan yang ada belum memenuhi persyaratan.  

"Sudah hampir 30 kali TMC dilakukan dan beberapa kali hujan turun. Namun belum semua pada lokasi hotspots yang besar terjangkau hujan dari TMC," papar Menteri LHK.

Kendati begitu. satgas darat penanganan karhutla gabungan terus bekerja keras di lapangan siang dan malam. Mereja berjibaku memadamkan titik api, membuat sekat bakar, dan sumur bor.

"Helikopter water bombing tidak bisa beroperasi karena helikopter harus dilakukan pemeliharaan sesuai jam terbang," papar Siti Nurbaya.

Di sisi lain, beberapa pelaku pembakar hutan dan lahan melakukan aksi mereka pada malam hari di lokasi yang jauh dari pemantauan satgas penanganan karhutla. 

"Pada prinsipnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah kerja keras dan bahu membahu untuk penyelesaian kabut asap di Kota Palembang.  Kita terus konsolidasi dalam penanganan karhutla,” tegas Menteri LHK. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More