Selasa 15 Oktober 2019, 15:41 WIB

Ini Langkah Pemerintah Jaga Iklim Usaha dan Investasi

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Ini Langkah Pemerintah Jaga Iklim Usaha dan Investasi

MI/Mohamad Irfan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kedua dari kiri)

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pemerintah terus memfokuskan diri mengubah berbagai kebijakan ekonomi di tiap sektor. Hal itu dilakukan guna menjaga iklim usaha, investasi dan daya saing Indonesia.

Di era industri 4.0 ini pemerintah akan mengubah kebijakan ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi industri manufaktur dan jasa.

Untuk mencapai tujuan itu, kata Darmin, pemerintah menyiapkan tujuh langkah. Pertama yakni mengembangkan industri berbasis sumber daya alam mulai dari hulu hingga ke hilir. Dalam hal ini, pemerintah telah memberikan insentif berupa tax holiday sesuai dengan besaran investasi.

"Sektor SDA yang mendapatkan tax holiday yaitu industri kimia dasar, logam dasar, permurnian, petrokimia, dan industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan, atau kehutanan. Namun, ini bukan close list," tutur Darmin di acara Indonesia Trade Investment Summit, Jakarta, Selasa (15/10).

Kemudian pemerintah juga tengah membenahi soal perijinan melalui online single submission (OSS) dalam rangka mempermudah dan mempercepat perijinan usaha dan investasi.

Pemerintah telah meluncurkan OSS versi 1.1 dan terus melakukan penyempurnaan bersama dengan pemerintah daerah serta kementerian maupun lembaga terkait.

Ketiga, pemerintah juga tengah melakukan perubahan sistem perpajakan secara menyeluruh. Hal itu dapat dilihat dengan adanya omnibus law soal perpajakan yang memberikan insentif pajak kepada pelaku usaha dan investor untuk menaruh dananya dan berkegiatan usaha di Indonesia.

"Reformasi ini bertujuan agar Indonesia mampu meningkatkan kemandirian dalam membiayai kebutuhan pembangunan nasional di masa mendatang," terang Darmin.

Selanjutnya yakni soal insentif fiskal yang kerap diberikan oleh pemerintah guna mendorong industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi. Selain tax holiday, pemerintah juga memberikan insentif kepada pelaku usaha yang terlibat membantu pemerintah pada program vokasi.

Baca juga: Pemerintah dan Kadin Komit Efektifkan Investasi di KEK

Pelaku usaha yang terlibat akan difasilitasi pengurangan penghasilan bruto mencapai 200%. Sementara pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan penelitan dan pengembangan akan difasilitiasi hal yang sama hingga 300%.

Pemerintah juga akan memfasilitasi pengurangan neto sebesar 60% kepada industri padat karya dari besaran jumlah investasi.

Langkah kelima yang dilakukan pemerintah, imbuh Darmin, yakni terkait dengan kebijakan perdagangan guna menciptakan tingkat ekspor dan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Salah satunya yakni dengan meningkatkan produk ekspor, melibatkan diri sebagai bagian dari global value chain. Kemudian menyederhanakan hal-hal yang bersifat prosedural demi tercapainya efisiensi. Tak lupa juga pemerintah akan melakukan diplomasi ekonomi dan meningkatkan peran di kegiatan pasar global maupun domestik.

Langkah selanjutnya terkait dengan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten. Darmin mengungkapkan, pemerintah kini mengembangkan program pendidikan dan vokasi yang meliputi tiga lembaga, yakni SMK, BLK dan Politeknik.

Langkah terkahir ialah pengoptimalan infrastruktur yang telah dan yang akan dibangun oleh pemerintah. Salah satunya yang tengah gencar dilakukan ialah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Pembangunan KEK untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang bernilai tinggi dengan didukung pemberian fasilitas dan insentif serta kemudahan berinvestasi," tukas Darmin.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More