Selasa 15 Oktober 2019, 14:06 WIB

Kemarau Musim Tanam I di Jawa Tengah Mundur Satu Bulan

Akhmad Safuan | Nusantara
Kemarau Musim Tanam I di Jawa Tengah Mundur Satu Bulan

Antara
Dampak kemarau, musim tanam di Jawa Tengah mundur sebulan karena menunggu ketersediaan air.

 

AKIBAT kemarau panjang, musim tanam (MT) I di Jawa Tengah mundur  sekitar satu bulan dari rencana. Air dari Waduk Kedungombo baru akan digelontorkan pada awal November mendatang untuk memenuhi kebutuhan memasuki MT I tersebut.

"Musim tanam I mundur sekitar satu bulan karena kemarau dan belum adanya air untuk memulai penanaman," kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pasca Panen dan Bina Usaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Farid Mufti, Selasa (15/10).

Meskipun mengalami kemunduran MT I, demikian Farid Mufti, ketersediaan beras di Jawa Tengah tidak mengkhawatirkan. Karena hingga September lalu produksi beras di Jateng mencapai 8 juta ton atau 70% dari target sebesar 12 juta ton.

"Beberapa wilayah seperti Sukoharjo sudah mulai MT I karena masih ada air, meskipun sebagian besar wilayah mundur," imbuhnya.

Secara terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno mengakui terjadinya kemunduran MT I yang seharusnya bisa dimulai hari ini, Selasa (15/10). Namun karena ketersediaan air belum mencukupi maka mengalami kemunduran hingga awal November mendatang.

"Sudah ada kesepakatan dan koordinasi dengan semua pihak adanya kemunduran musim tanam. Termasuk kesepakatan penggelontoran air dari Waduk Kedungombo," kata Juana Ruhban Ruzziyatno.

baca juga: Siswa di Kota Palembang Terpaksa Libur Tiga Hari

Pada awal November mendatang, ujar Juana Ruhban Ruzziyatno, pintu air Waduk Kedungombo baru dapat dibuka dan dialirkan ke saluran untuk mengairi sawah hingga mencapai 60 ribu hektare ke beberapa daerah seperti Pati, Kudus, Demak dan Grobogan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More