Selasa 15 Oktober 2019, 14:00 WIB

Siswa di Kota Palembang Terpaksa Libur Tiga Hari

Dwi Apriani | Nusantara
Siswa di Kota Palembang Terpaksa Libur Tiga Hari

MI/Dwi Apriani
Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang. Para pelajar diliburkan selama tiga hari karena kabut asap cukup membahayakan.

 

AKIBAT pekatnya kabut asap di Kota Palembang, Pemerintah Kota Palembang kembali meliburkan siswa dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama di kota tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, pihaknya mengambil kebijakan merumahkan meliburkan) siswa selama tiga hari akibat pekatnya kabut asap. Bahkan ia menyebut kondisi udara sudah masuk level berbahaya bagi anak-anak.

"Kita sudah menyebarkan pemberitahuan ke seluruh Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk merumahkan siswanya. Kebijakan ini diberlakukan dari hari Senin (14/10) sampai Rabu (16/10) mendatang," ujar Ahmad Zulianto, Selasa (15/10).

Meskipun proses belajar mengajar (PBM) di sekolah ditiadakan sampai tiga hari, para siswa tetap diberi tugas yang harus dikerjakan di rumah. Ahmad Zulinto menghimbau kepada para orangtua, agar bisa mendampingi anak-anaknya untuk mengerjakan tugas yang diberikan pihak sekolah.

"Kita harap juga kepada orangtua, agar melarang anak-anak keluar rumah dalam kondisi kabut asap pekat ini. Meskipun sekolah diliburkan, tapi belajar masih harus dilakukan di rumah," ucapnya.

Imbauan untuk meliburkan PBM di sekolah ini, kemungkinan besar akan dilanjutkan jika kondisi kabut asap kembali pekat.

"Kalau libur sekolah yang diberlakukan September lalu, memang ada beberapa sekolah yang tidak meliburkan siswanya karena ada jadwal ujian. Tapi kalau sekarang, tidak ada jadwal ujian, jadi harus diliburkan semua," tambahnya.  

Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, untuk sekolah menengah atas (SMA) dan SMK cukup dengan memundurkan jam masuk sekolah.

"Standarnya ISPU untuk meliburkan siswa atau tidak. Sampai kemarin, ISPU masih dalam kategori tidak sehat," ucapnya.

Ia mengaku, kebijakan dikembalikan kepada sekolah-sekolah.

baca juga: UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan

"Jika dinilai berbahaya, silahkan dikembalikan (anak kerumah). Kita liburkan jika berbahaya. Bukan hanya anak sekolah, warga Sumsel harus kita lindungi. Tapi standarnya ISPU, penilaian ilmiah, tidak bisa mengarang-ngarang untuk ambil sensasi meliburkan anak sekolah,"  tandasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More