Selasa 15 Oktober 2019, 15:45 WIB

BPBD Kabupaten Sukabumi Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Benny Bastiandy | Nusantara
BPBD Kabupaten Sukabumi Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

ANTARA FOTO/Budiyanto
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi jalan yang ambles di Jalan Sukabumi-Sagaranten, Kampung Gunungbatu

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan. Persiapan tersebut di antaranya mempersiapkan personel dan relawan serta peralatan.

"Kurun beberapa hari terakhir intensitas curah hujan memang cukup tinggi. Dilaporkan terjadi beberapa kali bencana pergerakan tanah. Kami tentunya sedang mempersiapkan personel dan relawan serta peralatan yang ada guna menghadapi siaga banjir dan longsor," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Selasa (15/10).

Pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi terjadi di Kampung Cipurut RT 25/07 dan Kampung Sinagar RT 14/05 Desa Gunungendut Kecamatan Kalapanunggal. Di Kampung Cipurut, pergerakan tanah berdampak terhadap saluran irigasi dan bahu jalan kabupaten. Panjang retakan sekitar 100 meter dan lebar rekahan kisaran 1-3 sentimeter.

Sementara di Kampung Sinagar, panjang retakan pergerakan tanah lebih kurang 50 meter dan lebar rekahan sekitar 30 sentimeter. Kedalamannya sekitar 200 sentimeter.

Hasil assesmen di lapangan, kata Eka, terdapat 1 unit bangunan rumah yang mengalami kerusakan ringan pada bagian belakang. Sementara 5 unit rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Baca juga: BMKG: Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu, bencana pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak. Dua kepala keluarga diungsikan sementara karena bangunan rumah mereka rusak serta mengancam puluhan bangunan rumah lainnya.

"Prosedur penanganan pergerakan tanah itu ada dua. Pertama kajian ilmiah yang dilakukan BMKG. Kedua kajian empirik berupa kondisi terakhir di lokasi," jelas Eka.

Meskipun hujan sudah mulai turun, tetapi Pemkab Sukabumi masih menetapkan status siaga darurat kekeringan. Statusnya terhitung 8 Agustus hingga berakhir 31 Oktober nanti.

"Kami masih memberlakukan siaga darurat kekeringan," tandasnya.(OL-5)

 

Baca Juga

Dok MI

Polda Sumbar Tangkap Pengedar Narkoba Lintas Provinsi

👤Yose Hendra 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 00:48 WIB
Penangkapan terhadap pelaku ini merupakan hasil pengembangan dari kasus narkotika jenis ganja yang diungkap oleh Polda Sumbar...
MI/ Dwi Apriani

Outlet LPG Resmi, Pertamina Targetkan Sumut 100% di Akhir 2020

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 23:13 WIB
OVOO bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan layanan LPG sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli dengan harga tinggi di...
Istimewa

Tiga Provinsi Awali Sosialisasi Input Data BPP KostraTani

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Agustus 2020, 23:00 WIB
SOSIALISASI input data BPP sebagai syarat transformasi BPP KostraTani digelar di sejumlah daerah. Diantaranya Lampung, Sumbar dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya