Selasa 15 Oktober 2019, 13:41 WIB

Bertemu Paguyuban Sulsel, Presiden Ajak Ciptakan Perdamaian Papua

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Bertemu Paguyuban Sulsel, Presiden Ajak Ciptakan Perdamaian Papua

ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan Paguyuban Provinsi Papua. Dalam pertemuan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menciptakan ketentraman dan perdamaian di Papua.

"Presiden mengimbau agar seluruh masyarakat tenang, kembali bersatu, bersaudara. Ciptakan ketentraman, kedamaian di Papua antar seluruh paguyuban baik Papua maupun non Papua," kata Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (Sulsel) Provinsi Papua Mansur usai pertemuan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/10).

Mansur mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo pun akan berkunjung ke Wamena dan Jayapura dalam waktu dekat. Namun, ia belum bisa memastikan kapan tepatnya Jokowi akan ke sana.

"Ya pasti agenda pemerintahan, sebagai Presiden kan semua melihat rakyatnya, lihat daerahnya, apa yang akan dibangun, apa yang diprioritaskan," tuturnya.

Dalam pertemuan antara 14 ketua dari paguyuban Sulsel dari Papua dan Jokowi, Mansur mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah dalam rangka menciptakan ketertiban dan ketentraman di Papua, termasuk kelancaran pembangunan di Papua.

"Sebagai masyarakat kita mendukung semua pihak termasuk pemerintah dan pemerintah daerah untuk membuat suasana yang aman tentram, kondusif dan menjalankan aktivitas sosial kemasyarakatan di Papua," terangnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada Presiden agar ke depan tidak ada lagi kerusuhan seperti kejadian di Papua beberapa waktu lalu.

"Kita sebagai rakyat baik Papua maupun non Papua kembali bersaudara, menciptakan suasana yang persaudaraan, kekeluargaan, bersama-sama mendukung kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan damai," jelasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More