Selasa 15 Oktober 2019, 13:21 WIB

Defisit Neraca Dagang Tahun ini Lebih Tipis

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Defisit Neraca Dagang Tahun ini Lebih Tipis

MI/Pius Erlangga
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor secara akumulasi sejak Januari hingga September 2019 sebesar US$124,17 miliar, turun 8% dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$134,97 miliar.

Adapun, nilai impor yang tercatat selama sembilan bulan di 2019 mencapai US$126,11 miliar. Angka itu lebih rendah 9,12% dari periode yang sama 2018, kala itu sebesar US$138,78 miliar.

Berdasarkan data tersebut, neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari sampai September 2019 mengalami defisit US$1,94 miliar. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan tahun lalu, defisit neraca perdagangan tahun ini masih lebih tipis dan terjaga.

Pada 2018, defisit neraca dagang selama sembilan bulan sudah menyentuh US$3,8 miliar.

"Defisit neraca perdagangan Januari-September tahun ini masih lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sekarang angka defisit separuh lebih kecil dari periode yang sama di 2018," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Selasa (15/10).

Baca juga: Proyeksi Defisit Neraca Dagang Mengecil

Jika tren baik terus berlanjut, sambung dia, bukan tidak mungkin defisit neraca perdagangan bisa semakin ditekan. Namun, untuk bisa mencapai hal tersebut, pemerintah dituntut untuk bekerja ekstra. Pasalnya, kinerja ekspor impor saat ini sangat dipengaruhi kondisi global yang masih tidak menentu.

Pergerakan harga komoditas yang cenderung turun sepanjang tahun harus dapat diantisipasi dengan membuka pasar-pasar baru agar volume penjualan bisa lebih besar.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More