Selasa 15 Oktober 2019, 12:45 WIB

Bangun Banyak Bendungan untuk Pastikan Ketersediaan Air di NTT

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Bangun Banyak Bendungan untuk Pastikan Ketersediaan Air di NTT

Dok. Kementerian PU-Pera
Pembangunan bendungan di NTT

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mengungkapkan progres pembangunan Bendungan Napun Gete di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mencapai 70,96% dan ditargetkan akan rampung pada 2020.

Bendungan dengan total nilai investasi sebesar Rp884 miliar itu akan memiliki kapasitas tampung 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan 99,78 hektare (ha).

Napun Gete dirancang untuk mengairi sawah irigasi seluas 300 ha, menyediakan air baku sebanyak 214 liter per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Selain Napun Gete, ada dua bendungan lain di NTT yang sedang dalam tahap pengerjaan yakni Temef di Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kupang. Kedua bendungan tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada akhir 2021 dan 2022.

Bendungan Temef akan memiliki luas genangan 380 ha dengan kapasitas tampung 45,78 meter kubik untuk mengairi irigasi seluas 600 ha. Total biaya pengerjaan bendungan itu mencapai Rp1,5 triliun.

Adapun, Bendungan Manikin baru dimulai pengerjaannya pada 2019. Dengan nilai investasi sebesar Rp1,9 triliun, Manikin diharapkan mampu menyediakan air baku di kawasan Kupang dengan debit sebesar 0,7 meter kubik per detik dan mengairi irigasi 310 ha lahan pertanian.

Baca juga: Diblokade Warga, Pengerjaan Bendungan Napun Gete Terhenti

Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengungkapkan ketersediaan air di NTT menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Sebagaimana diketahui, NTT adalah wilayah yang rawan kekeringan. Di sisi lain juga menjadi sentra utama untuk beberapa komoditas pertanian seperti padi dan jagung.

"Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Kami harap dengan banyaknya bendungan, akses terhadap air akan semakin mudah dan kegiatan ekonomi akan semakin bergerak cepat," ujar Basuki melalui keterangan resmi, Selasa (15/10).

Ia menambahkan, pembangunan bendungan harus diiringi dengan pembentukan jaringan-jaringan irigasi. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

Selain itu, masih ada satu bendungan yang akan dibangun yakni Mbay di Nagekeo. Saat ini, pemerintah masih dalam tahap pembahasan teknis.

Seluruh bendungan itu akan melengkapi dua bendungan lain di NTT yang telah rampung terlebih dulu yakni Raknamo di Kupang pada 2018 dan Rotiklot di Belu pada 2019.

Pada 2019, Kementerian PU-Pera menyiapkan dianggarkan anggaran sebesar Rp202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi sepanjang 315 km di enam lokasi di NTT.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More