Selasa 15 Oktober 2019, 12:30 WIB

20 Kesepakatan Ditandatangani Saat Kunjungan Putin ke Saudi

Melalusa Susthira K | Internasional
20 Kesepakatan Ditandatangani Saat Kunjungan Putin ke Saudi

AFP/Alexander Zemlianichenko
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Raja Arab Saudi Salman

 

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan bertemu Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Senin (14/10).

Kunjungan singkat Putin tersebut dimaksudkan untuk menandatangani kesepakatan penting dengan Arab Saudi guna menstabilkan harga minyak global, serta menggunakan pengaruhnya untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk.

Pembicaraan antara Putin dan Raja Salman yang dilangsungkan di Istana Al-Yamamah di Riyadh tersebut menghasilkan sekitar 20 kesepakatan dan kontrak bernilai miliaran dolar.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai bidang yakni, kedirgantaraan, budaya, kesehatan, teknologi, dan pertanian.

Adapun kunci dari kesepakatan itu ialah untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara OPEC +, yakni kerja sama antara negara eksportir minyak yang tergabung dalam OPEC yang dipimpin Arab Saudi dengan 10 negara produsen minyak non-OPEC yang dipimpin Rusia.

Baca juga: Trump Jatuhkan Sanksi terhadap Turki atas Operasi di Suriah

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, saat upacara penandatanganan, mengatakan kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dan memperkuat stabilitas pasar minyak.

Adapun Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan bahwa Rusia dan Saudi juga membahas kerja sama terkait teknik dan militer dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Putin memuji upaya Raja Salman dalam menjaga relasi dengan Rusia dengan melakukan kunjungannya ke Moskow pada 2017 lalu.

"Rusia melihat pengembangan persahabatan dan hubungan yang saling menguntungkan dengan Arab Saudi sangat penting," ujar Putin, Senin (14/10).

Raja Salman pun mengatakan kepada Putin bahwa Saudi dapat bekerja sama dengan Rusia untuk meningkatkan keamanan dalam memerangi terorisme.

"Kami berharap dapat bekerja dengan Rusia dalam segala hal yang akan membawa keamanan, stabilitas dan perdamaian, memerangi ekstremisme dan terorisme, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," terangnya.

Rusia dan Saudi telah menjalin kembali hubungan persahabatan selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari kunjungan pertama Raja Salman ke Rusia pada Oktober 2017 lalu hingga jabatan tangan Putin kepada Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman pada KTT G20, 2018 lalu, saat Riyadh tengah mendapat kecaman internasional atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pengamat politik Rusia Fyodor Lukyanov mengatakan, hubungan lama Moskow dengan Iran dan hubungan barunya dengan Arab Saudi dapat memainkan peran dalam menciptakan perdamaian ketika ketegangan meningkat antara Iran dan Saudi.

Ketegangan antara Iran dan Saudi melonjak bulan lalu setelah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi yang dituduhkan dilancarkan oleh Iran, sekutu Moskow.

Setelah berkunjung ke Arab Saudi, Putin akan melanjutkan perjalanannya ke Uni Emirat Arab untuk bertemu putra mahkota yang kuat dari Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed Al-Nahyan pada hari ini, Selasa (15/10). (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More