Selasa 15 Oktober 2019, 10:42 WIB

Forum DAS Babel Ingatkan Ancaman Potensi Banjir

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
 Forum DAS Babel Ingatkan Ancaman Potensi Banjir

MI/Rendy Ferdiansyah
Seorang pengendara motor melintasi daerah aliran sungai di Bangka yang kondisinya sudah rusak.

 

FORUM Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman potensi anjir pada musim hujan mendatang. Ketua Forum DAS Babel, Fadillah Sobri mengatakan sejumah daerah di Provinsi Babel seperti Pangkalpinang, Muntok Bangka Barat (Babar) dan Belitung Timur (Beltim) pernah dilanda bencana banjir besar beberapa tahun lalu.

Berdasarkan kajian banjir besar tersebut disebabkan tiga hal, yakni hujan lebat, tingginya pasang air laut dan sedimentasi akibat aktivitas tambang pasir timah ilegal di daerah aliran sungai.

"Jika tiga hal itu kembali terjadi, jelas ini potensi ancaman banjir akan kembali terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Babel," kata Fadilllah, Rabu (15/10).

Ia menyebutkan aktivitas penambang timah ilegal di DAS setiap tahun menambahkan rusaknya DAS sebesar 2% dari total DAS yang ada.

"Di Babel ini ada 433 DAS kecil, 6 DAS Besar dan 12.894 kolong dengan total luas 15.531,95 hektar. Setiap tahun akibat aktivitas penambangan di DAS mengakibatkan kerusakan DAS bertambah 2%," ujarnya.

Bukan hanya kerusakan DAS, hutan di Babel sudah banyak yang gundul. Masifnya penambangan ilegal tak sebanding dengan penghijauan lahan. Sehingga banyak hutan yang tidak mampu menahan air dan menyebabkan banjir.

Untuk itu ia meminta pihak kepolisian tidak lemah dalam melakukan tindakan hukum terhadap para penambang pasir timah ilegal baik itu di DAS maupun kawasan hutan.

"Kita tidak tahu, kenapa penegakan hukum terhadap tambang ilegal di DAS ini lemah. Ini tidak bisa didiamkan sudah jelas melanggar. Kita minta pihak kepolisian segera mengambil tindakan sebelum hutan dan DAS Babel semakin hancur," tegasnya.

Sementara, Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan meminta kepada seluruh perusahaan baik logam maupun non logam untuk menggunakan CSR membantu melakukan penanaman pohon pada lahan-lahan kritis.

"Kita tidak minta uang. Kita hanya minta pihak perusahaan gunakan CSR sedikan bibit tanaman dan pupuk. Kita akan galakan gerakan menanam pada lahan kritis," kata Erzaldi.

"Bibit tanaman yang akan ditanam akan kita tentukan diameter dan tingginya berapa serta pohon apa, begitu juga dengan bibitnya," sambungnya.

Untuk tahap pertama ini, ia mengajak seluruh perusahaan di Babel menanam pohon di lahan kritis yang ada dekat Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

"Kita malu dari atas pesawat lahan kritis kita tampak. Makanya  kita ingin hijaukan kembali lahan kritis di Bandara," usul gubernur.

baca juga: Supendi Ditangkap Di Rumah Orangtuanya

Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan mengatakan dari 600 hektar hutan di Babel sepertiganya sudah dalam kondisi kritis.

"Kitata harus bergerak untuk kembali menghijaukan lahan-lahan kritis ini, agar ketika hujan tidak menjadi musibah banjir," pungkas Marwan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More