Selasa 15 Oktober 2019, 10:05 WIB

Daihatsu Pacu Penjualan Gran Max

E-1 | Ekonomi
Daihatsu Pacu Penjualan Gran Max

MI/AGUS M
Pemilik katering CV Citra Boga, Ella Syarief, sedang mengecek persiapan pengiriman makanan di Jl Parakan, Bandung, Jawa Barat, kemarin.

 

MANAJEMEN Daihatsu op­timistis bisa meningkatkan pangsa pasar Gran Max Pick Up (PU) di Jawa Barat meskipun pasar kendaraan niaga  tengah anjlok seiring dengan lesunya perekonomian.

“Kami yakin hingga akhir tahun ini Gran Max PU di Jawa Barat bisa meraih pangsa pasar 31,4%. Apalagi sudah terlihat animo masyarakat yang tinggi dengan paket program yang kami tawarkan,” ujar Kepala Wilayah PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Jawa Barat Kroda Kalantara di Bandung, kemarin.

Berdasarkan registrasi kepolisian (polreg), penjualan otomotif di Jabar sepanjang Januari-September 2019 sebesar 58.737 unit atau rata-rata 6.526 unit per bulan. Turun dari rata-rata penjualan tahun lalu yang sebesar 7.465 unit per bulan.

Penurunan itu di bawah penurunan nasional yang sebesar 11%. Adapun Daihatsu Jabar masih berada di posisi kedua penjualan otomotif terbesar setelah Toyota. Pangsa pasar Daihatsu  Jabar 18,07%, di atas pangsa pasar Daihatsu secara nasional yang sekitar 17%.

Kroda menjelaskan penurunan terbesar dialami pasar kendaraan niaga. Penjualan mobil pikap di Jabar turun 26%, sedangkan penjualan mobil pikap Daihatsu, yakni Gran Max PU turun 15%.

Sejak  Agustus 2019 pihaknya  mengambil strategi penjual­an dengan menghadirkan ­prog­­­­ram-program menarik buat konsumen. Daihatsu mem­­berikan uang muka murah mulai Rp12 juta hingga Rp20 juta. Selain itu, paket kre­­dit ringan dan sederhana dengan bunga kompetitif.

“Paket kredit menarik ini ka­mi berikan karena 81% pem­­­beli mobil Daihatsu menggunakan skema kredit, jadi ini tentu menjadi program yang bagus,” tutur dia.

Pihaknya juga gencar melakukan layanan servis ke konsumen di daerah-daerah pelosok dengan kendaraan Daihatsu Mobile Service (DMS).

Oleh karena itu, citra Daihatsu di mata konsumen cukup positif. Citra itu juga melekat di Gran Max PU yang dinilai tahan lama dan irit.
“Itu yang menjadi pertimbangan utama konsumen membeli Gran Max PU,” ujar Kroda.

Hal itu diakui Ella Syarief, pe­­milik CV Citra Boga Cate­ring. Ella menjelaskan pihaknya tidak pernah mengalami kendala saat menggunakan Gran Max PU sejak 2011. Saat ini dia menggunakan 3 Gran Max PU varian blind van dan 1 Gran Max PU varian boks.

“Gran Max PU praktis dan efi­­sien, terutama yang blind van, bisa membantu operasio­­nal kami mengantar makanan ke kantor-kantor,” ujar Ella. (E-1)

Baca Juga

Antara/Muhammad Iqbal

Tenaga Medis Hingga Relawan Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan telah menerbitkan surat edaran yang mengatur jaminan kecelakaan kerja pada kasus penyakit akibat...
Antara

Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:39 WIB
Pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Sektor Ekonomi Dibuka Kembali untuk Hentikan Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:29 WIB
Tudingan pemerintah terlalu berpihak pada pengusaha di saat pandemi, sebenarnya kurang tepat karena sektor usaha dan ekonomi justru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya