Selasa 15 Oktober 2019, 09:55 WIB

MIND ID Kuasai 20% Saham Vale

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
MIND ID Kuasai 20% Saham Vale

MI/PIUS ERLANGGA
Group CEO MIND ID, Budi G Sadikin

 

PERUSAHAAN induk BUMN pertambangan, Mining Industry In­do­nesia (MIND ID), mengambil alih divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) sebesar 20%. Pengambil­alihan itu membuka peluang akses MIND ID ke cadangan dan sumber daya nikel terbesar di dunia.

Pengambilalihan divestasi saham PTVI itu diawali dengan penandatanganan perjanjian pendahuluan dengan perusahaan tersebut dan para pemegang sahamnya, Va­­le Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM).

“Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brasil) dan Freeport Indonesia (AS), merupakan bukti ke­ber­­hasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi per­usahaan global ke industri ­pertambangan nasional,” ujar Group CEO MIND ID, Budi G Sadikin, dalam keterangan resmi, kemarin.

Penandatanganan perjanjian itu ialah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan PTVI. Perjanjian pendahuluan selanjutnya diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Divestasi 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amendemen kontrak karya (KK) pada 2014 antara PTVI dan pemerintah yang harus dilaksanakan 5 tahun setelah amendemen itu.

KK PTVI akan berakhir pada akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang jadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sesuai aturan perundang-undangan.

Pemegang saham PTVI saat ini antara lain, VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09%, dan publik sebesar 20,49%.

Pemerintah telah menunjuk PT Indonesia Asahan Alumini-um (persero) sebagai holding industri pertambangan yang saat ini telah memiliki identi­­tas baru sebagai MIND ID un­­tuk mengambil alih saham divestasi PTVI.

Langkah ini se­­suai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hi­lirisasi industri pertambangan nasional.

Akses sumber daya

Melalui kepemilikan 20% sa­­ham di PTVI dan 65% saham di PT Aneka Tambang, MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Ke depan, akses ini secara strategis akan mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir berbasis nikel di Indonesia, baik hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel maupun hilirisasi industri nikel menjadi baterai kendaraan listrik.

Akses ini juga akan memper­­cepat program hilirisasi industri nikel domestik yang akan menghasilkan produk hilir de­­ngan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi daripada produk hulu.

Holding industri pertam­bang­­an resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan menggunakan PT Indonesia Asah­an Aluminium ­sebagai induk perusaha­­an yang ­menaungi  peru­sa­­haan industri tambang ter­­besar di ­Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

Pada 17 Agustus 2019, ­holding industri pertambangan ber­­­­transformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65% saham PT Ane­ka Tambang, 65,02% sa­­ham PT Bukit Asam, 65% saham PT Timah, dan 51,2% saham PT Freeport ­Indonesia.

Sampai Desember 2018, MIND ID membukukan penda­patan konsolidasi Rp65,2 tri­liun, tumbuh 38% dari tahun sebelumnya. EBITDA konsolidasi mencapai Rp18,5 triliun, atau tumbuh 50% dari tahun sebelumnya. (Tes/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More