Selasa 15 Oktober 2019, 08:04 WIB

Dinkes Flores Timur Siap Tarik Obat Ranitidin

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Dinkes Flores Timur Siap Tarik Obat Ranitidin

AFP
Ilustrasi

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur siap menindaklanjuti imbauan BPOM untuk menarik obat sakit maag ranitidin. Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, tim dr. Ogi Silimalar, melalui penanggungjawab gudang farmasi, Agatha Lipat Mangan saat dikonfirmasi Senin (14/10), mengaku sudah mengetahui surat edaran BPOM.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas di wilayah Flores Timur.

"Prinsipnya kami mendukung penarikan obat tersebut karena sudah melalui pemeriksaan. Obat itu positif mengandung zat yang berbahaya memicu kanker. Surat edaran sudah kami baca, dan kami juga masih menunggu surat resmi dari Balai POM Kupang untuk tindaklanjuti secara resmi. Tetapi pada prinsipnya kami tentu dukung, dan pasti kami tarik," kata Agatha, Selasa (15/10).

Menurutntya petugas juga akan berupaya dengan segala cara termasuk mengimbau dan berkoordinasi dengan setiap puskesmas untuk mengecek kembali obat ranitidin sesuai dengan nomor batch yang direkomendasikan BPOM untuk ditarik.

"Memang saat ini stok obat ranitidin di gudang kami sudah kosong, tetapi kami sudah melakukan pengadaan baru lagi. Adanya imbauan BPOM baru beberapa minggu lalu, sementara sekitar Mei lalu kami telah melakukan pengadaan yang baru lagi untuk mendatangkan obat tersebut sebanyak 150 ribu jenis tablet dan 2500 ampul. Saat ini obat itu dalam perjalanan. Kami akan berkoordinasi dengan seluruh puskemas untuk mengecek kembali obat ranitidin tersebut berdasarkan nomor batch masing-masing. Apakah termasuk dalam edaran BPOM atau tidak. Ada sekitar 67 nomor batch dari ranitidin yang sudah direkomendasikan untuk ditarik, sehingga kami pasti akan mengecek lagi dan akan segera menarik obat tersebut agar tidak digunakan," jelas Agatha.

baca juga: Kabut Asap Makin Pekat, Pelajar di Jambi Kembali Diliburkan

Ia menambahkan sejauh ini obat ranitidin yang beredar di masyarakat tidak termasuk dalam nomor batch yang ditarik BPOM. Namun Agatha memastikan tetap akan mengecek lagi pengadaan obat tahun ini.

"Kami pastikan akan serius mengecek obat tersebut. Jika ditemukan ada nomor batch ya harus ditarik," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More