Selasa 15 Oktober 2019, 08:20 WIB

DPR Gelar Rapat dengan Aparat Keamanan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
DPR Gelar Rapat dengan Aparat Keamanan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ketua DPR Puan Maharani (kiri) berjabat tangan dengan Pangkogabwilhan III Mayjen TNI Ganip Warsito (kedua kanan).

 

INSIDEN penikaman ­terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membuat sejumlah pimpinan DPR menggelar rapat dengan pejabat Badan Intelijen Negara, TNI, dan Polri di ruang rapat Komisi V DPR, kemarin.

Rapat dipimpin Ketua DPR Puan Maharani serta Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel dan Muhaimin Iskandar sekitar pukul 14.30 WIB. Rapat dihadiri Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Letjen Purnawirawan TNI Teddy Lhaksmana dan dari jajaran TNI tampak Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta Mayjen Eko Margiyono, Wakil Komandan Korps Pasukan Khas Marsekal Pertama Taspin Hasan, Direktur Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Marsekal Pertama Suryamargono.

Dari pihak kepolisian hadir Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya ­Kombes FX Surya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komjen Condro Kirono, Asisten Operasi  Kapolri Martuani Sormon, Komandan Korps Brimob Inspektur Jenderal Anang Revandoko, dan Perwira Pembantu Utama Madya ­Operasi Reno Handoko.   

Penikaman yang dilakukan terduga teroris kepada pejabat negara menjadi peringatan bagi sejumlah pimpinan DPR dan aparat keamanan untuk memperketat pengawasan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

Hingga kemarin, Menko Polhukam Wiranto masih dirawat di RSPAD Gatot ­Soebroto, Jakarta. Sepanjang hari sejumlah tokoh dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, hingga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak menjenguk mantan Panglima TNI tersebut.

Saat ditemui seusai menje-nguk Wiranto, mendampingi ayahandanya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut insiden penusukan terhadap Wiranto sebagai perbuatan yang begitu keji.

AHY berharap kejadian seperti itu tidak terulang terhadap siapa pun di mana pun di Indonesia. AHY juga mendoakan Wiranto segera pulih agar bisa menjalani aktivitasnya seperti sedia kala. 

“Kita tahu tidak pernah ada negara mana pun, bangsa mana pun, yang selalu sepaham. Akan tetapi, jangan sampai berbeda paham pendapat dan gagasan itu diekspresikan secara anarkis dan dalam wujud kekerasan,” cetus AHY.

 

Bantuan LPSK

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan bantuan kepada para korban penikaman saat kunjungan kerja Wiranto ke Lapangan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

Wakil Ketua LPSK Antonius PS Wibowo saat konferensi pers di Kantor LPSK, Jakarta Timur, kemarin, mengatakan pihaknya telah memberikan surat jaminan biaya medis Wiranto, Kapolsek Menes Komisaris Dariyanto, serta dua ajudan Danrem ­setempat.

Bantuan medis diberikan sesuai mandat yang tercantum dalam UU No 5 Tahun 2018 tentang Perubahan terhadap UU No 15 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan tindakan proaktif yang dilakukan LPSK terhadap korban tindak pidana terorisme telah dilakukan sejak peristiwa bom Thamrin (2016), bom gereja di Samarinda (2016), bom Kampung Melayu (2017), peristiwa penyerangan Mako Brimob (2017), dan bom Surabaya (2018).  “Terkait prog­ram perlin-dungan korban terorisme, tercatat ada 489 orang yang menjadi terlindung LPSK dengan jumlah layanan mencapai 974 layanan,” kata Edwin. (Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More