Selasa 15 Oktober 2019, 07:15 WIB

Trump Jatuhkan Sanksi terhadap Turki atas Operasi di Suriah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump Jatuhkan Sanksi terhadap Turki atas Operasi di Suriah

AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan segera menjatuhkan sanksi untuk Turki, salah satunya dengan menghentikan kesepakatan perdagangan.

Trump, Senin (14/10), mengatakan dia akan mengesahkan sanksi terhadap para pejabat Turki, berhenti bernegosiasi dengan Turki mengenai kesepakatan perdagangan US$100 miliar, dan meningkatkan tarif baja negara itu menjadi 50% atas operasi militer Ankara di timur laut Suriah.

Turki melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap milisi Kurdi, sejak Rabu (9/10), setelah Trump menarik beberapa pasukan AS dari wilayah tersebut.

Langkah itu menuai kritik tajam dari sesama Republiken yang menuduh Trump meninggalkan sekutu yang berperang melawan kelompok teror Islamic State (IS).

Janji Trump menguarkan perintah eksekutif 'segera' tidak menentukan individu tetapi mengatakan itu akan memungkinkan Washington menjatuhkan 'sanksi tambahan yang keras' pada mereka yang mungkin terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang serius, menghalangi gencatan senjata, mencegah orang terlantar kembali ke rumah, dan secara paksa repatriasi pengungsi.

Baca juga: Pasukan Suriah Bantu Milisi Kurdi

"Saya sepenuhnya siap menghancurkan ekonomi Turki dengan cepat jika para pemimpin Turki terus menempuh jalan berbahaya dan destruktif ini," kata Trump dalam sebuah pernyataan di Twitter.

"Serangan militer Turki membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu," ujarnya.

"Sikap saya sangat jelas kepada (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki mempercepat krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi yang memungkinkan kejahatan perang," tambah Trump.

"Turki harus memastikan keselamatan warga sipil, termasuk minoritas agama dan etnis, dan sekarang, atau mungkin di masa depan, bertanggung jawab atas penahanan berkelanjutan teroris IS di wilayah tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Erdogan mengatakan operasi musim semi perdamaian di Suriah bertujuan untuk membersihkan wilayah perbatasan dari kelompok teror Kurdi di daerah perbatasan dan menciptakan zona aman tempat jutaan pengungsi Suriah dapat dimukimkan. (Al Jazeera/OL-2)

Baca Juga

AFP/Ahmad Gharabli

Masjid Al Aqsa di Palestina Kembali Dibuka Hari Ini

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 31 Mei 2020, 10:59 WIB
Seorang wartawan AFP mengatakan para jamaah yang mengenakan masker diizinkan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa saat hendak salat...
AFP/Mandel Ngan

Trump Tunda KTT G7 dan Tambah Daftar Undangan

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 10:41 WIB
Trump pun ingin menambah daftar undangan dengan menyertakan Australia, Rusia, Korea Selatan dan...
AFP/Carl De Souza

Lampaui Prancis, Angka Kematian akibat Korona Brasil Capai 28.834

👤Siti Retno Wulandari 🕔Minggu 31 Mei 2020, 09:02 WIB
Kini jumlah keseluruhan kasus di Brasil mencapai 498.444, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya