Selasa 15 Oktober 2019, 07:00 WIB

Pemprov DKI Usulkan Rp300 Miliar untuk Siapkan Sirkuit Formula E

Putri Anisa Yuliani | Olahraga
Pemprov DKI Usulkan Rp300 Miliar untuk Siapkan Sirkuit Formula E

AFP/David Dee Delgado/Getty Images
Balapan Formula E di Brooklyn, New York, 13 Juli lalu.

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengusulkan anggaran untuk mempersiapkan sirkuit balap mobil bertenaga listrik Formula E sebesar Rp300 miliar.

Anggaran itu diusulkan melalui Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020 oleh Dinas Bina Marga DKI.

Anggaran diajukan dengan nomenklatur peningkatan jalan strategis di Provinsi DKI Jakarta yang bisa digunakan untuk sirkuit. Anggaran sengaja diusulkan secara umum dengan tidak secara spesifik menyebut untuk Formula E.

"Pastinya kita sudah menganggarkan untuk di 2020 anggaran pekerjaan peningkatan jalan strategis. Jalan strategis kan bisa saja di Monas. Istilahnya gelondonganlah. Peningkatan jalan strategis bisa dipakai di event itu," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho di Balai Kota, Senin (14/10).

Baca juga: Hamilton Frustrasi dengan Mercedes

Hari menegaskan belum bisa menyebut rincian kebutuhan untuk mempersiapkan sirkuit. Sebab, hingga kini, Pemprov DKI masih menunggu kepastian pihak FIA selaku induk organisasi Formula E untuk menyiapkan sirkuit.

Jakarta diketahui akan menjadi tuan rumah pada musim 2020/2021 tepatnya pada seri ke-10 yang berlangsung pada 6 Juni 2020. Sementara itu, opsi sirkuit masih berada di seputar Monas yakni Jalan Medan Merdeka Selatan.

Satu hal yang penting ialah mengetahui jenis lapisan aspal (hotmix) yang wajib digunakan untuk sirkuit Formula E. Rincian itu sampai sekarang belum diumumkan FIA.

Ia berharap kepastian itu akan diberikan pada pekan ini atau pekan depan.

"Yang paling pertama kan tentunya spesifikasi spek teknis dari hotmix-nya. Itu standarnya seperti apa? Nanti kita sesuaikan dengan hotmix yang biasa kita gunakan untuk bikin jalan. Nah, tentunya standar ini yang kita belum dapat informasi. Katanya standar teknisnya itu kan grade 3," ujar Hari.

Menurut Hari, jika Formula E menggunakan aspal grade 3, pihaknya tidak perlu melakukan impor. Sebab, jenis aspal tersebut sudah tersedia di e-catalogue Pemprov DKI.

Namun, jika Formula E menggunakan jenis yang sama dengan Formula 1 yakni grade A, Dinas Bina Marga harus mengimpor karena belum ada di e-catalogue.

"Kelihatannya kalau pakai spesifikasi teknis yang grade 3, berarti tidak perlu impor. Bahan ada lokal di sini. Kan yang saya minta secara rinci. Nah, sama dengan yang punya kita, otomatis enak nanti pengadaan melalui e-catalogue Kalau beda, berarti pake mekanisme lelang," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More