Senin 14 Oktober 2019, 20:00 WIB

Jateng Bagian Selatan Diguncang Gempa 5,0 SR

Liliek Dharmawan | Nusantara
Jateng Bagian Selatan Diguncang Gempa 5,0 SR

Dok.MI
Ilustrasi gempa

 

GEMPA bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Jawa Tengah bagian selatan, kata Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.  

"Gempa berkekuatan 5,0 SR yang terjadi pada hari Senin (14/10), pukul 18.33 WIB, itu berlokasi di 8,45 lintang selatan (LS) dan 109,28 bujur timur (BT) atau 85 kilometer sebelah tenggara Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer," katanya di Cilacap, Senin petang.    

Kendati pusat gempa berada di laut, dia mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang.

Menurut dia, gempa tersebut dirasakan hingga Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II di Bantul, Kulon Progo, Yogyakarta, Purworejo, Cilacap, dan Kebumen.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, gempa tersebut juga dirasakan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas," katanya.


Baca juga: Dua Balita Berhasil Diselamatkan dari Lokasi Kebakaran


Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengatakan, pihaknya masih memantau dampak dari gempa yang terjadi pada Senin petang.  

"Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Semoga tidak ada kerusakan yang terjadi," katanya.

Sementara dalam siaran persnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengatakan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi pada hari Senin (14/10), pukul 18.33 WIB, memiliki parameter awal magnitudo (kekuatan) 5,0 SR, kemudian dimutakhirkan menjadi 4,8 SR.

Menurut dia, episentrum gempa terletak pada koordinat 8,38 LS dan 109,30 BT atau berlokasi di laut pada jarak 79 kilometer arah tenggara Kota Cilacap, Jawa Tengah, pada kedalaman 75 km.  

"Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menghunjam di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," katanya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Posko Penyekatan Mulai Dilonggarkan

👤Mohammad Ghazi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 02:55 WIB
Saat ini, fungsi posko penyekatan hanya terbatas pada pendataan dan pemeriksaan awal kesehatan pendatang yang nantinya akan dikoordimasikan...
DOK MI

Tingkat Kesembuhan Kasus Korona di Riau Capai 84%

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 02:15 WIB
Sembuhnya 100 pasien positif covid-19 di Riau menjadikan daerah itu berada pada posisi nomor dua nasional tingkat kesembuhan yaitu sebesar...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Kawasan Wisata di Bantul Belum akan Segera Dibuka

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 02:05 WIB
Dinas Pariwista perlu penyiapan sejumlah penyiapan sarana dan prasarana serta edukasi kepada para pelaku usaha pariwisata agar selalu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya