Senin 14 Oktober 2019, 19:45 WIB

Kejaksaan Lestarikan Arsip Melalui Adhyaksa Records Center

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Kejaksaan Lestarikan Arsip Melalui Adhyaksa Records Center

MI/Palce Amalo
Jaksa Agung HM Prasetyo

 

JAKSA Agung HM Prasetyo mengingatkan seluruh jajaran dan satuan kerja di lingkungan Korps Adhyaksa untuk memelihara dan melaksanakan pengelolaan arsip dengan baik, tertib, teliti, lengkap, utuh dan cermat secara berkelanjutan.

Jajaran Kejaksaan RI pun harus menjadi bagian proaktif dari Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA), sebagai identitas yang selalu melekat di saat menjalankan tugas-tugas secara konsisten dan berkesinambungan.

Hal itu dikemukakan Prasetyo di sela-sela acara peresmian Pusat Penyimpanan Arsip Inaktif Kejaksaan Agung (Adhyaksa Records Center) di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (14/10). Acara dihadiri Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) M Taufik serta para pejabat utama Kejaksaan RI dan pejabat ANRI.

"Saya berpesan agar keberadaan Adhyaksa Records Center ini dapat terus dijaga dan terpelihara dengan baik, agar memberi manfaat maksimal sebesar-besarnya bagi lembaga," ujar Prasetyo.

Eksistensi keberadaan pusat penyimpanan arsip itu, diakuinya, tidak hanya sebatas monumen berupa fisik bangunan tempat menyimpan surat menyurat tanpa arti, melainkan sebagai sumber memperoleh informasi yang sangat dibutuhkan, serta secara substansi dapat diandalkan karena kelengkapan dan akurasinya.

Baca juga: Pengelolaan Arsip Jadi Indikator Keberhasilan Reformasi Birokrasi

Ia berharap Adhyaksa Record Center mampu menggelorakan semangat penataan dan pemeliharaan arsip di jajaran kejaksaan. Upaya tersebut dapat pula dijadikan role model bagi seluruh satuan kerja lain untuk menerapkan hal serupa, khususnya dalam mengoptimalkan pengelolaan arsip di lingkungan masing-masing.

"Hanya mengutamakan pekerjaan teknis tanpa dukungan administrasi yang lengkap, terpelihara dengan baik, keberhasilan itu adalah semu. Semua akan mudah hilang dilupakan. Untuk itu arsip akan menjaga kelestariannya," imbuhnya.

Jaksa Agung juga mengapresiasi ANRI melalui Pusat Jasa Kearsipan yang telah menaruh perhatian penuh untuk membantu menyeleksi, menyusun dan membenahi 3.691 meter linear arsip inaktif Kejaksaan Agung.

"Saya juga menyambut baik kesediaan ANRI untuk memperbantukan dan menempatkan tenaga arsiparis untuk melakukan pendampingan dalam waktu tertentu. Itu sekaligus dapat pula memberikan pelatihan dan alih kemampuan kepada pegawai Kejaksaan RI untuk melaksanakan ilmu tata kelola kearsipan," terang dia.

Plt Kepala ANRI M Taufik mengemukakan penyerahan arsip oleh kejaksaan merupakan amanah UU. Menurut dia, arsip tersebut merupakan identitas kinerja dan tata kelola, serta nantinya akan menjadi sejarah panjang atau peradaban tentang Kami RI.

"Hari ini adalah momentum bagi lembaga kearsipan dan seluruh komunitas kearsipan di negeri ini. Hal ini juga menjadi tantangan bangkitnya kearsipan, bahkan untuk lima tahun ke depan. Sukses selalu untuk kejaksaan," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More