Senin 14 Oktober 2019, 19:16 WIB

Tiga Ekonom AS Menangi Penghargaan Nobel Ekonomi 2019

Melalusa Sushtira Khalida | Ekonomi
Tiga Ekonom AS Menangi Penghargaan Nobel Ekonomi 2019

AFp/Jonathan Nackstrand
Layar komputer di Komite Nobel menunjukkan pemenang Nobel Ekonomi

 

TIGA ekonom asal Amerika Serikat berhasil memenangi penghargaan Nobel Ekonomi 2019 atas pendekatan baru yang mereka temukan untuk mengurangi kemiskinan global, termasuk pendekatan baru dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Ketiganya berhasil menunjukkan bagaimana masalah kemiskinan global dapat dipecahkan secara konkret pada tingkat yang lebih kecil, yakni di tingkat individu atau kelompok. Penelitian ketiganya juga dianggap telah mentransformasi penelitian di bidang ekonomi pembangunan.

Royal Swedish Academy menganugerahi penghargaan tersebut kepada Abhijit Banerjee ekonom asal AS yang lahir di India dan istrinya yang berkebangsaan Prancis-Amerika Esther Duflo, serta ekonom AS Michael Kremer dari AS.

"Pemenang tahun ini telah memperkenalkan pendekatan baru untuk menemukan jawaban yang dapat diandalkan tentang cara terbaik untuk memerangi kemiskinan global," ujar juri.

Juri mengatakan ketiganya menemukan cara baru yang lebih efisien untuk memerangi kemiskinan dengan memecahkan persoalan sulit menjadi lebih sederhana, lebih mudah ditangani, yang kemudian dapat dijawab melalui penelitian lapangan.

Baca juga : PM Ethiopia Abiy Ahmed Raih Nobel Perdamaian 2019

"Mereka telah menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang lebih kecil, lebih tepat, ini sering kali paling baik dijawab melalui eksperimen yang dirancang dengan cermat di antara orang-orang yang paling terpengaruh," katanya.

Juri mengungkapkan sebagai hasil langsung dari salah satu penelitian mereka, lebih dari 5 juta anak-anak India telah mendapat manfaat dari program bimbingan belajar yang efektif di sekolah.

Contoh lainnya ialah subsidi besar untuk perawatan kesehatan preventif yang telah diperkenalkan di banyak negara.

Duflo yang berusia 46 tahun, menjadi pemenang Nobel Ekonomi termuda dan menjadi wanita kedua setelah Elinor Ostrom yang menyabet penghargaan Nobel Ekonomi 2009, sejak 50 tahun Nobel Ekomoni pertama diberikan.

Dalam tautan videonya, Duflo mengatakan kepada panitia Nobel bahwa suatu kehormatan baginya untuk memenangi penghargaan paling bergengsi di dunia tersebut.

"Saya berpikir tidak mungkin untuk memenangkan Penghargaan Nobel di bidang Ekonomi sebelum secara signifikan lebih tua dari kita bertiga," tambahnya.

Banerjee dan Duflo merupakan profesor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat, sementara Kremer merupakan profesor di Universitas Harvard.

Penghargaan Nobel Ekonomi merupakan satu-satunya Nobel yang pada awalnya tidak termasuk dalam surat wasiat terakhir Alfred Nobel pada 1895.

Namun pada 1968, Penghargaan Nobel ekonomi dirancang untuk memperingati 300 tahun bank sentral Swedia sehingga penghargaan Nobel Ekonomi juga kerap disebut dengan Penghargaan Riksbank Sveriges dalam Ilmu Ekonomi.

Sejak pertama kali penghargaan Nobel Ekonomi diberikan pada tahun 1969, ilmuwan Amerika Serikat telah mendomi penghargaan itu, dan hanya 2 wanita yang pernah menyabet pernghargaan Nobel Ekonomi sampai saat ini.

Penerima penghargaan Nobel dalam masing-masing disiplin ilmu seyognyanya mengantongi hadiah sebesar 9 juta kronor Swedia 12,9 miliar rupiah untuk kemudian dibagikan jika ada lebih dari satu pemenang dalam disiplin tersebut.

Namun sayangnya nominal hadiah tersebut berkurang sekitar 185 ribu dollar AS atau sekitar 2,6 milyar rupiah dalam dua tahun terakhir, karena depresiasi krona Swedia.

Baca juga : Penulis Kontroversial Raih Nobel Sastra 2019

Ketiganya juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896.

Pada 2018 lalu, penghargaan Nobel Ekonomi diberikan kepada William Nordhaus dan Paul Romer yang merupakan ekonom dari AS karena telah berhasil membangun model Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth) , yang menunjukkan bagaimana inovasi dan kebijakan iklim dapat diintegrasikan secara bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi.

Penghargaan Nobel Ekonomi menandakan berakhirnya musim Nobel 2019. Nobel tahun ini menonjol karena pemenang penghargaan Nobel Sastra pada tahun ini diserahkan kepada 2 pemenang sekaligus yakni penulis Polandia Olga Tokarczuk sebagai pemenang penghargaan Nobel Sastra 2018 dan novelis Austria Peter Handke sebagai pemenang penghargaan Nobel Sastra 2019.

Pengumuman penghargaan Nobel Sastra sempat ditunda setahun lantaran terjadinya skandal pelecehan seksual dilingkup Akademi Swedia.

Sebelumnya, para pemenang penghargaan Nobel 2019 di bidang kedokteran, fisika dan kimia telah diumumkan terlebih dahulu. Adapun pada Jumat (11/10), Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mendapat penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya dalam mengakhiri perang antara negaranya yang telah berlangsung lama dengan Eritrea. (AFP/OL-7)

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Mentan SYL: Ketahanan Pangan Kunci Gerakkan Ekonomi

👤Reza Sunarya 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:25 WIB
SEKTOR pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi covid 19, terutama dengan melemahnya ekonomi...
DOK KEMENTAN

Wagub: Siap Dukung Mentan Jadikan Jabar Penyangga Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:15 WIB
Wagub yang sering dipanggil Kang Uu mengatakan bahwa dalam meningkatkan ekonomi, masyarakat dapat melakukannya lewat pertanian. Karena itu...
DOK KEMENTAN

Komisi IV Dukung Perbaikan Irigasi Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:21 WIB
Dedi mengatakan, pemerintah saat ini sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,44 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya