Senin 14 Oktober 2019, 15:49 WIB

Xi Jinping Ancam Hancurkan Pihak yang Memecah Belah Tiongkok

Haufan Hasyim Salengke, Melalusa Susthira K | Internasional
Xi Jinping Ancam Hancurkan Pihak yang Memecah Belah Tiongkok

AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping

 

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping memperingatkan kepada setiap pihak yang berupaya memecah belah Negeri Tirai Bambu akan dihancurkan hingga berkeping-keping. Beijing tengah menghadapi tantangan politik menyusul protes berbulan-bulan di Hong Kong dan kritik Amerika Serikat atas perlakuannya terhadap kelompok minoritas muslim.

"Siapa pun yang berusaha memecah Tiongkok di bagian mana pun akan berakhir dengan tubuh dan tulang-tulang yang hancur," ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli, Minggu (13/10).

"Setiap kekuatan eksternal yang mendukung upaya-upaya memecah Tiongkok akan dianggap sebagai delusi oleh masyarakat Tiongkok!" kata Xi.

Xi, presiden Tiongkok pertama yang mengunjungi Nepal dalam 22 tahun, tiba di Nepal pada Sabtu (12/10), dalam kunjungan kenegaraan. Kedua belah pihak dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan untuk memperluas jalur kereta api antara negara Himalaya dan Tibet.

Sementara itu, Oli mengatakan kepada Xi, pihaknya akan menentang setiap kegiatan anti-Tiongkok di wilayahnya.

Baca juga: AS-Tiongkok Capai Kesepakatan Dagang Fase Pertama

Tiongkok, yang berusaha meredakan perang dagang dengan Amerika Serikat, telah melihat otoritas politiknya diuji oleh protes yang semakin keras di Hong Kong.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan sulit untuk bernegosiasi dengan Beijing jika ada sesuatu yang ‘buruk’ terjadi dalam penanganan otoritas Tiongkok terhadap aksi protes Hong Kong.

Trump mengaku telah membahas masalah Hong Kong dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He, dalam putaran pembicaraan terakhir mereka. Kedua belah pihak mencapai fase satu kesepakatan yang telah meningkatkan optimisme untuk kesepakatan lebih luas meskipun banyak masalah mendasar.

Washington pekan lalu juga memasukkan 28 perusahaan Tiongkok ke daftar hitam atas perlakuan Beijing terhadap mayoritas etnis minoritas muslim, terutama berkaitan dengan Xinjiang.(Channel News Asia/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More