Senin 14 Oktober 2019, 12:05 WIB

Animo Masyarakat Gunakan Otopet Listrik Meningkat

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Animo Masyarakat Gunakan Otopet Listrik Meningkat

Antara/Indrianto Eko Suwarso/Medcom.id
Pengguna Otopet Listrik

 

PRESIDEN Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mewujudkan kota ramah lingkungan.
Melalui Grabwheels, pihaknya menawarkan skuter atau otopet listrik.
Ridzki menyebutkan saat ini permintaan masyarakat cukup besar untuk menggunakan skuter atau otopet listrik.

“Sekarang lihat saja di SCBD Green Office Park misalnya. Ke mana-mana pakai itu (otopet listrik). Kita harapkan ada per­ubahan behaviour untuk menggunakan transportasi yang ramah lingkungan. Saya lihat permintaan masyarakat cukup besar,” ungkap Ridzki di Jakarta, Minggu (13/10).

Satu dari beberapa dukungan yang dilakukan Grab dan Pemprov DKI Jakarta ialah dengan menggratiskan otopet listrik pada uji coba jalur fase dua, kemarin. Selain otopet listrik, Grab juga menyediakan sepeda listrik. Biaya sewa otopet listrik Rp5.000 per 30 menit.

Grabwheels mampu berjalan hingga sejauh 40 kilometer, bergantung kapasitas baterai.

Namun, Ridzki tidak menjelaskan berapa banyak otopet dan sepeda listrik yang bisa digunakan masyarakat.
“Grab kan sudah bekerja sama dengan MRT untuk mendukung Jakarta ramah lingkungan. Ke depan, kita akan sebar (otopet/sepeda listrik) di beberapa ruas jalan untuk memudahkan orang datang atau pulang dari stasiun MRT,” kata Ridzki

Regulasi otopet

Kepala Dinas Perhubungan (Dis­hub) DKI Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sedang mengkaji regulasi terkait dengan diperbolehkanya pengguna otopet listrik melintas di jalur sepeda.

“Karena spesifikasi (otopet listrik) kecil dan tipikalnya mirip sepeda. Berbeda dengan motor. Kecepatan motor bisa 70-80 kilometer. Sepeda paling 20-25 kilometer. Itu sudah kencang banget,” kata Syafrin.

Oleh karena itu, pihaknya sedang menyiapkan regulasinya. “Ini sedang kita lakukan regulasinya seperti apa, kemudian kita jalankan. Tahun ini segera ya (dirampungkan regulasinya). Nanti kita masukkan ke (kategori) kendaraan bermotor ramah lingkungan,” tandasnya.

Oleh karena itu, Dishub akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga terkait pembangunan sarana dan prasarana.

“Dinas Bina Marga itu membangun trotoar di dalamnya itu kita minta untuk disiapkan. Begitu ini ditingkatkan menjadi dedicated jalurnya, dia bisa berbagi. Saya bisa bangun double cab, kemudian Bina Marga masuk untuk membangun,” papar Syafrin.

Sebelumnya, mitra Grab khawatir dengan perkembangan penyewaan otopet.
“Kalau sudah banyak akan mengancam pengemudi ojol,” kata mitra Grab Jakarta Selatan, Ridho. (J-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More