Senin 14 Oktober 2019, 11:20 WIB

DPR akan Tetap Kritis atas Kinerja Pemerintah

Mal/P-2 | Politik dan Hukum
DPR akan Tetap Kritis atas Kinerja Pemerintah

MI/SUSANTO
Ace Hasan Syadzily Ketua DPP Partai Golkar

 

APA tanggapan soal kritik AKD dibagi proporsional hanya untuk membuat DPR ‘adem’ terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin?
Soal AKD itu kan bagian dari insentif politik untuk partai politik yang mendapatkan kursi dari proporsi suara di Pemilu 2019, dan itu mencerminkan kewenangan yang dimiliki setiap partai politik. Daripada ada partai yang suaranya kecil, suaranya rendah, tapi mendapat kursi AKD yang besar, itu lebih tidak rasional.

Jadi enggak ada masalah?
Menurut saya enggak ada masalah. DPR dengan AKD yang sifatnya proporsional itu tidak kritis terhadap pemerintah, saya kira tidak perlu dikhawatirkan. Karena kami sebagai partai pendukung mengawal pemerintahan Jokowi-Amin ini bisa sukses ke depan, salah satunya dengan mengkritisi mitra kerja di AKD itu, ke kementerian. Bahwa sesungguhnya kami telah memberikan koreksi proses dialektika untuk pembantu presiden yang ada di kementerian itu bisa kerja maksimal.

Bagaimana pastikan checks and balances?
Kami yakin para anggota DPR akan tetap kritis terhadap pemerintah dalam hal kinerjanya. Sekalipun dalam internal Koalisi Indonesia kerja (KIK) solid, soal sikap politik, kami tetap memiliki independensi dalam pengambilan kebijakan. Yang kami kedepankan ialah kepentingan bangsa dan negara.

Pembagian AKD untuk partai pendukung Jokowi-Ma’ruf komposisinya seperti apa?
Pada saatnya akan disebutkan. Tapi kalau dari kami Partai Golkar, kan Pak Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR telah ditugasi bertanggung jawab di bidang politik hukum dan HAM. Kemudian ya kita sebetulnya apa pun yang kita inginkan Fraksi Partai Golkar yang penting bisa menjalankan tugas dengan baik.

Bagaimana soal peluang Demokrat dan Gerindra gabung pemerintahan?
Pertama bagi kami, pertemuan Pak Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo positif, ya. Kita harus mengedepankan kepentingan negara. Tapi soal apakah pertemuan tersebut juga dibarengi dengan alokasi kursi untuk mereka, saya kira kami berharap dukungan tersebut tulus.

Apa tidak khawatir ada oposisi di internal koalisi?
Kita tahu partai-partai Koalisi Indonesia Kerja yang sebelumnya mendukung kan sudah sangat jelas, loyalitasnya, kerja kerasnya, kinerja untuk kepentingan Jokowi-Amin pada pilpres lalu. Kami tetap berharap Kabinet Kerja ini betul-betul solid. Bisa menguasai visi-misi yang disusun bersama. Bukan konsep baru yang ditawarkan pihak lain yang belum tentu sama visinya nanti. (Mal/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More