Senin 14 Oktober 2019, 09:50 WIB

Juara, Leo/Daniel Selamatkan Wajah Indonesia

*/badmintonindonesia.org/X-11 | Olahraga
Juara, Leo/Daniel Selamatkan Wajah Indonesia

HUMAS PBSI
Leo Rolly Carnando (kanan) dan Daniel Marthin menjadi juara ganda putra pada Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia, kemarin.

MESKI meloloskan tiga wakil di final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019 di Kazan, Rusia, Indonesia harus puas hanya mampu membawa pulang satu gelar.

Satu-satunya gelar bagi tim bulu tangkis Indonesia didapat di nomor ganda putra melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Dalam final kemarin malam, Leo/Daniel menundukkan unggul­an ­utama asal Tiongkok, Di Zi Jian/Wang Chang. Leo/Daniel menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-18.

Di sektor ganda campuran, Leo yang berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil gagal memboyong gelar juara. Saat menghadapi pasangan Tiongkok, Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling, Leo/Indah menyerah dengan skor 17-21 dan 17-21. Itu menjadi kekalahaan kedua Leo/Indah dari ganda Tiongkok tersebut dalam lima kali pertemuan.

“Saya tampil under perform, ada rasa tegang. Hari ini kami tidak pada peak permainan,” kata Leo tentang kegagalannya di ganda campuran.
“Hari ini saya kurang siap dan saya enggak bisa membalikkan keadaan. Saya tertekan, tapi enggak bisa mengatasi keadaan,” tambah Indah.

Kekalahan juga dialami ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Unggulan ketiga tersebut takluk dari ganda putri Tiongkok, Lin Fang Ling/Zhou Xin Ru, dengan skor 20-22, 21-11, dan 14-21. Febri/Amalia sebenarnya berpeluang besar membawa pulang gelar juara. Setelah kalah di gim pertama, Febri/Amalia mampu membalikkan keadaan dan merebut gim kedua.

Namun, di gim ketiga, keduanya gagal mempertahankan permainan. Seperti di gim pertama, Febri/Amalia terpancing mengikuti pola permainan lawan dan akhirnya harus menelan kekalahan.

“Di gim pertama, waktu poin-poin kritis seperti kurang tahan, sudah unggul, tapi terkejar lawan. Gim kedua sudah tepat pola mainnya,” ujar Febriana.

“Rasanya sedih sekali, ini kejuaraan dunia junior terakhir saya, tapi saya belum bisa dapat gelar juara. Saya sudah berusaha di pertandingan tadi,” ucap Amalia seusai pertandingan.

Meskipun gagal mempersembahkan gelar juara, Febriana mengaku tetap bersyukur karena mampu melampuai target. Pasalnya, di kejuaraan dunia kali ini, Febriana mengaku bahwa target awal mereka ialah hanya menembus babak empat besar.

“Setelah lolos ke final, kami ­memang inginnya jadi juara. Tak apa-apa, tetap semangat lagi untuk turnamen-turnamen selanjutnya,” tukas Febriana. (*/badmintonindonesia.org/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More