Senin 14 Oktober 2019, 09:33 WIB

AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Dari Suriah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Akan Tarik 1.000 Pasukan Dari Suriah

AFP
Sebanyak 1.000 tentara AS akan ditarik dari Suriah secepatnya, menyusul konflik antara Turki dengan Kurdi di wilayah itu.

 

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper mengatakan Washington berencana untuk menarik sekitar 1.000 tentara AS dari Suriah utara, tempat serangan Turki terhadap pasukan Kurdi Suriah sedang berlangsung.

"Dalam 24 jam terakhir kami mengetahui mereka (pasukan Turki) kemungkinan berniat untuk memperluas serangan lebih jauh ke selatan daripada yang direncanakan sebelumnya ke barat," kata Esper kepada CBS, Minggu (13/10).

Esper menyebut situasi ini sangat tidak bisa dipertahankan, ketika pasukan AS terjepit antara dua pasukan yang merangsek maju.

"Saya berbicara dengan presiden tadi malam setelah berdiskusi dengan anggota tim keamanan nasional lainnya. Dan dia memerintahkan agar kita memulai penarikan pasukan dengan tenang dan hati-hati dari Suriah utara," tambahnya.

Ia membenarkan jumlah pasukan AS sekitar 1.000 orang.

Tetapi Esper tidak memberikan batas waktu untuk penarikan tersebut, hanya mengatakan militer AS akan melakukannya dengan aman dan secepat mungkin.

Kepala Pentagon mengatakan kepada CBS bahwa keputusan itu bukan mundur. Dia menekankan AS tidak ingin menempatkan pasukan Amerika dalam bahaya dan terlibat dalam konflik antara Turki dan Kurdi.

baca juga: Warga Ditolong Memakai Helikopter

Pentagon mengonfirmasi pada Jumat bahwa pasukan AS di sekitar kota Kobani di Suriah tersasar tembakan artileri dari posisi-posisi Turki, sementara tidak ada laporan korban luka-luka. Pada Rabu (9/10), Turki melancarkan operasi militer yang menargetkan pasukan Kurdi di beberapa bagian timur laut Suriah, setelah AS mulai menarik pasukannya keluar dari sana menyusul keputusan baru-baru ini. (Xinhua/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More