Senin 14 Oktober 2019, 08:00 WIB

Keutuhan Bangsa di Atas Kepentingan Parpol

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Keutuhan Bangsa di Atas Kepentingan Parpol

MI/BARY FATHAHILAH
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melakukan salam komando dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kemarin.

 

SAJIAN soto mi mengha-ngatkan pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Surya Paloh di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, tadi malam.

Pertemuan kedua tokoh ­nasional yang berlangsung  sekitar 1,5 jam itu turut dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Siswono Yudo Husodo, Bendahara Umum Ahmad Ali, Sekjen Jhonny G Plate, serta anggota Fraksi NasDem DPR RI Ahmad Sahroni dan Charles Meikyansyah. Hadir pula Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dan Sufmi Dasco Ahmad.

Pertemuan bertajuk Silaturahim Kebangsaan itu menghasilkan tiga kesepakatan. Surya mengatakan kesepakatan itu merupakan komitmen dan kesamaan persepsi kedua pemimpin partai untuk kemaslahatan bangsa.

“Mas Prabowo dengan saya memiliki satu pemikiran yang sama bahwa kepentingan bangsa harus diletakkan di atas kepentingan lain, termasuk kepentingan kedua parpol,” ucap Surya semringah seusai pertemuan.
Prabowo mengatakan kesepakatan tersebut ialah titik persamaan kedua parpol. “Kita tidak ingin negara kita pecah belah dan kita sepakat menjaga ­keutuhan dan persatuan nasional,” ujarnya.

Dalam kesepakatan yang dibacakan Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate disebutkan, pertama, ­kedua pemimpin parpol berkomitmen memperbaiki citra partai politik dengan mengedepankan kepentingan nasional. “Kedua partai sepakat menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan ke depan dan menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya.

Kedua, dua tokoh bangsa itu menyepakati komitmen untuk mencegah dan menangkal radikal­isme di Indonesia. Kedua partai sepakat untuk tidak memberi ruang bagi paham apa pun yang dapat me-rongrong ideologi Pancasila.

Ketiga, terkait dengan amendemen UUD 1945 disepakati bahwa diperlukan kajian yang bersifat menyeluruh. “Kajian komprehensif dibutuhkan mengenai kebutuhan pembangunan negara demi menjawab tantangan kekinian dan masa depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Surya Paloh menyatakan tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi jilid II. “Semua bisa ikut dalam satu semangat pikiran untuk mengedepankan kepentingan nasional,” kata Surya.

Namun, Prabowo tidak memberi jawaban lugas saat ditanya apakah akan bergabung dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. “Di dalam atau di luar (pemerintahan), kita tetap akan menjaga keutuhan dan kepentingan bangsa dan negara di atas semua.”

Mantan Danjen Kopassus itu juga mengatakan akan menyambangi ketua umum partai koalisi pemerintahan lainnya.

Sebelumnya, Prabowo mene­mui Presiden Jokowi di Istana Negara. Jokowi juga bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di tempat yang sama.

Sulitkan Jokowi

Dalam menanggapi sinyal merapatnya ­Gerindra dan Demokrat ke kubu koalisi Jokowi, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan hal itu menyebabkan koalisi gemuk. “Jokowi akan kesulitan mewujudkan komposisi kabinet yang banyak dari kalangan profesional.”  

Bergabungnya kedua partai ke koalisi pemerintahan, lanjut Arya, karena mereka ingin survive pada Pemilu 2024. (Mal/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More