Senin 14 Oktober 2019, 07:54 WIB

Korban Meninggal Akibat Topan Hagibis Terus Bertambah

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Korban Meninggal Akibat Topan Hagibis Terus Bertambah

AFP
Inilah Perfektur Nagano yang kondisinya cukup para akibat Topan Hagibis, Minggu (13/10). Dampak topan menyebabkan tanggul sungai jebol.

 

Setidaknya 35 orang telah tewas, dan 17 lainnya hilang pada hari Minggu (13/10) ketika Topan Hagibis memorak-morandakan Jepang termasuk daerah metropolitan Tokyo. Sebelumnya dilaporkan 23 orang tewas. Terjangannya menyebabkan banyak sungai meluap dan aliran listrik padam.

Sementara itu, menurut informasi yang diberikan oleh pihak berwenang, lebih dari 100 orang terluka di seluruh negeri setelah Topan Hagibis, yang berarti 'cepat' dalam bahasa Tagalog Filipina, melakukan pendaratan di pulau utama Jepang, Honshu, sebelum pukul 19.00 waktu setempat pada Sabtu.

Lebih dari 376.000 rumah tidak memiliki listrik, 14.000 rumah tidak memiliki air bersih akibat Topan Hagibis," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam konferensi pers pada Minggu. Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, setidaknya 48 kejadian tanah longsor dan aliran lumpur telah dilaporkan di 12 prefektur, dan tanggul 21 sungai runtuh.

Sebagai tindakan darurat, air pada beberapa bendungan dikeluarkan agar tidak jebol. Pemerintah telah mengirim sekitar 27.000 personel Pasukan Bela Diri untuk operasi penyelamatan dan bantuan di seluruh negeri.

baca juga: Kais Saied Profesor Pensiunan Terpilih Jadi Presiden Tunisia

Prefektur Nagano adalah salah satu daerah yang paling terpukul ketika tanggul Sungai Chikuma runtuh, menyebabkan banjir besar di daerah permukiman. Pejabat kota Nagano dan kota-kota tetangga meminta penduduk untuk berhati-hati demi keselamatan mereka. (Xinhua/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More