Senin 14 Oktober 2019, 07:02 WIB

Dampak Topan Hagibis 23 Orang Meninggal

Antara | Internasional
 Dampak Topan Hagibis 23 Orang Meninggal

AFP
Sebuah helikopter terendam banjir akibat topan Hagibis yang melanda sejumlah wilayah di Jepang. Sebanyak 23 orang tewas dan 16 orang hilang.

 

JEPANG mengerahkan puluhan ribu tentara dan pekerja pertolongan pada Minggu (13/10), untuk menyelamatkan warga yang terkena dampak topan Hagibis dan menanggulangi banjir.

Sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dalam musibah tersebut dan topan itu sempat melumpuhkan Tokyo. Media publik NHK melaporkan 16 orang hilang. Topan Hagibis menyebabkan banjir di wilayah-wilayah berdataran rendah terutama di bagian tengah dan timur Jepang.

Pemerintah Jepang telah memutus aliran listrik ke hampir setengah juta rumah.  Pembatasan pendaratan pesawat di Bandar Udara Narita, Tokyo, dan Haneda sudah dicabut tetapi lebih 800 penerbangan dibatalkan pada hari itu. NHK melaporkan sebagian layanan kereta cepat Shinkansen juga dibatalkan ke kawasan-kawasan yang paling parah terkena dampak topan.    

Pihak berwenang mencabut peringatan hujan untuk wilayah Kanto di sekitar Tokyo. Pasca topan, toko-toko kembali buka dan lintasan kereta kembali beroperasi. Namun otoritas setempat tetap mengeluarkan peringatan kepada warga agar hati-hati terhadap sungai-sungai di bagian timur Jepang. Dikhawatirkan sungai-sungai akan meluap dan bisa menimbulkan kerusakan baru.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan sidang darurat dan menugaskan menteri yangmenangani tata kelola bencana ke kawasan-kawasan yang terkena dampak.   

"Saya berduka cita atas semua yang meninggal dan menyampaikan simpati kepada semua yang terdampak Topan No 19 (Hagibis)," kata Abe.   

"Sebagai akibat dari pemadaman, pemutusan air dan penangguhan layanan transportasi, kami bermaksud bertindak dengan melakukan berbagai upaya untuk pemulihan. Kami meminta masyarakat agar tetap waspada dari tanah longsor dan bahaya-bahaya lain," tambahnya.

baca juga: Liga Arab Kecam Operasi Militer Turki

Saat ini sebanyak 27.000 anggota pasukan bela diri Jepang, petugas pemadam kebakaran, personel polisi dan penjaga pantai dikerahkan untuk menolong orang-orang yang terdampak di Prefektur Nagano, di bagian tengah Jepang. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More