Senin 14 Oktober 2019, 00:20 WIB

Kucica, Juara II Nasional Perpustakaan Desa

AS/H-3 | Humaniora
Kucica, Juara II Nasional Perpustakaan Desa

Sumber: Perpuskucica/Tim Riset MI
Perpustakaan Desa, Aku Cinta Membaca (Kucica)

 

SUARA tawa kecil anak-anak terdengar dari gedung bercat kuning yang terletak di samping kantor Kepala Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sejumlah siswa SMP tampak sibuk di depan komputer, sedangkan yang lain terlihat asyik membaca. Tepat di ruang multimedia, belasan siswa SD menyimak penjelasan pembuatan hasta karya dari seorang instruktur.

Gedung berlantai dua itu merupakan perpustakaan desa bernama Aku Cinta Membaca (Kucica) yang baru saja meraih juara II Perpustakaan Desa Tingkat Nasional Tahun 2019 (klaster A). “Perpustakaan ini terintegrasi dengan jaringan internet sehingga warga dapat membaca koleksi perpustakaan dari rumah melalui internet hingga radius 6 kilometer,” kata Kepala Perpustakaan Ahmad Khafid.

Perpustakaan dikunjungi oleh 30-45 orang tiap hari, mulai pelajar, orang tua, hingga pelaku UMKM di desa tersebut. “Kalau kunjungan melalui jaringan internet ribuan setiap hari, itu dapat terpantau di jaringan IT kita,” imbuh Ahmad.

Perpustakaan Kucica yang berdiri pada 1988 mulanya hanya tumpukan buku di rak kayu di sudut balai desa yang diberi nama Pojok Bacaan. Pembacanya tidak banyak karena koleksi buku terbatas.  

Tahun 2013, perpustakaan menempati ruang khusus, dan koleksi bukunya bertambah. Jumlah warga yang berkunjung bertambah, hingga tahun 2014 perpustakaan mendapat ruang yang lebih luas dan dilengkapi koleksi buku elektronik. Tahun 2017, diba-ngun gedung perpustakaan di samping­ balai desa. Biaya pembangunan berasal dari dana desa, CSR perusahaan swasta, dan swadaya warga. “Gedung ini diresmikan  dan ditempati pada 2018. Perpustakaan pun mulai mendapat perhargaan, baik tingkat regional maupun nasional,” ujar Ahmad Khafid.

Kini perpustakaan memiliki 6.043 koleksi yang terbagi dalam 3.400 judul, dan ditangani 38 tenaga perpustakaan untuk membimbing warga. Meskipun tidak secara langsung, ujar Trisno, setelah adanya perpustakaan modern ini, tingkat pendidikan warga serta kesejahteraan terlihat meningkat tajam. “Sebanyak 45% dan sejumlah UMKM telah menerima manfaat karena berhasil dalam pengembangan pertanian dengan penerapan teknologi modern setelah membaca dan menerima bimbingan,” jelas Kepala Desa Tulakan Trisno. (AS/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More