Senin 14 Oktober 2019, 00:00 WIB

Pemulihan dan Penyelamatan setelah Badai Mematikan

TheGuardian/AFP/Uca/I-1 | Internasional
Pemulihan dan Penyelamatan setelah Badai Mematikan

JIJI PRESS / JIJI PRESS / AFP
Permukiman warga terendam banjir dan jalan raya putus setelah topan Hagibis menyapu wilayah di tepi Sungai Chikuma, di Nagano, Je

 

HELIKOPTER mengangkut orang-orang dari rumah mereka yang banjir pada Minggu (13/10) ketika upaya penyelamatan mulai berlaku, setelah badai dahsyat topan Hagibis menyebabkan 33 orang meninggal dunia.

Belasan orang lainnya masih menghilang dan sekitar 166 orang terluka. Tim penyelamat hingga kini masih dalam upaya menyelamatkan warga yang terperangkap banjir setelah topan Hagibis yang kuat menghantam seluruh ‘Negeri Sakura’.

“Topan besar telah menyebabkan kerusakan besar di Jepang Timur,” kata juru bicara pemerintah, Yoshihide Suga, kepada wartawan, Minggu, menambahkan bahwa 27 ribu tentara dan kru penyelamat lainnya dikerahkan untuk operasi itu.

Hujan badai besar memicu tanah longsor yang mematikan. Sungai-sungai meluap sehingga banjir yang tak terbendung terjadi di jalan-jalan kota.

Banjir parah dilaporkan terjadi di Kota Nakano, Prefektur Nagano. Di wilayah itu, permukaan air naik ke ketinggian sekitar 2 meter dari atas tanah sebab tanggul Sungai Chikuma jebol. Air sungai berlumpur membanjiri area terdekat yang membuat ratusan orang terdampar.

Kementerian Pertahanan mengerahkan helikopter untuk menyelamatkan orang-orang yang berdiri di atas rumah mereka melambaikan handuk untuk menarik perhatian.

“Semalam, kami mengeluarkan perintah evakuasi ke 427 rumah tangga, 1.417 individu,” ujar seorang pejabat darurat bencana di Nagano, Yasuhiro Yamaguchi, dilansir Japan Times, Minggu (13/10).

Perdana Menteri, Shinzo Abe, mengadakan pertemuan darurat para menteri terkait dan mengirim menteri yang bertanggung jawab atas manajemen bencana ke daerah-daerah yang terkena dampak.
Dia mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang terbunuh dan mengatakan pemerintah berupaya menyelamatkan jiwa dan harta benda orang.

“Pemerintah akan melakukan segala daya untuk bekerja sama dengan agen dan operator terkait yang berupaya memulihkan layanan sesegera mungkin,” kata Abe.

Seorang penduduk setempat mengatakan kepada penyiar NHK, “Ketika angin tiba-tiba menerpa, mereka menerbangkan atap rumah saya. Suara itu mengerikan. Salah satu dari tiga anak saya terluka, tetapi sekarang di rumah sakit. ”

Beberapa layanan kereta api di daerah Tokyo kembali pada pagi hari, sedangkan yang lain sedang menjalani pemeriksaan keselamatan dan diharapkan untuk memulai kembali pada Minggu.
Pusat-pusat evakuasi didirikan di kota-kota pesisir, puluhan ribu warga mencari perlindungan. Peringatan evakuasi telah dikeluarkan untuk lebih dari 6 juta orang. (TheGuardian/AFP/Uca/I-1)

Baca Juga

AFP/Kirill Kudryavtsev

Hampir Setengah Juta Orang Terpapar Covid-19 di Rusia

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:34 WIB
Korban tewas meningkat 182 menjadi 5.037. Sementara itu, ada 186.985 orang telah pulih, termasuk 11.108 selama 24 jam terakhir, menurut...
AFP/MARTY MELVIL

Pekan Depan, Selandia Baru Akan Hapus Semua Pembatasan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:50 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa semua pembatasan yang tersisa dalam upaya membatasi penyebaran virus covid-19...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Ratusan Pengunjuk Rasa Ditahan Terkait Demonstrasi George Floyd

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:35 WIB
Aksi protes berlanjut di ibu kota Amerika Serikat untuk hari keempat, Senin (1/6), atas kematian George Floyd. Para demonstran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya