Minggu 13 Oktober 2019, 16:00 WIB

Titik Banjir di Kota Bekasi belum Berkurang

Gana Buana | Megapolitan
Titik Banjir di Kota Bekasi belum Berkurang

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Sejumlah anak membantu mendorong kendaraan bermotor yang mogok saat berusaha menerobos banjir di kawasan Kalimalang, Caman, Bekasi

 

PEMERINTAH Kota Bekasi belum bisa menjamin titik banjir di wilayahnya berkurang. Namun, pihaknya menjamin ketinggian air banjir pada 2019 semakin berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Yudianto menyampaikan potensi titik banjir di Kota Bekasi merata di 12 kecamatan. Meski belum berkurang, 49 titik banjir di Kota Bekasi terus diatasi.

“Belum berkurang, namun tinggi genangan perlahan sudah surut,” ungkap Yudi, Minggu (13/10).

Yudi menjelaskan, di Perumahan Pondok Hijau Permai (PHP), banjir pada tahun 2017 bisa mencapai 1,5 meter hingga 2 meter, saat ini sudah surut menjadi 50-70 sentimeter. Hal ini terjadi lantaran pemerintah sudah menormalisasi beberapa saluran yang berkaitan dengan saluran permukiman di lokasi tersebut.

Seperti, lanjut dia, Kali Sasak Jarang dan crossing bawah tol Jakarta Cikampek yang berada di bawah Perumahan PHP.

“Memang belum tuntas, kita kerjakan secara parsial, kalah mau tuntas artinya harus kita kerjakan dari hulu ke hilir, kebanyakan hulunya bukan di Bekasi,” jelas Yudi.

Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Mitigasi dan Penanganan Banjir

Sementara itu, Yudi mengaku pemerintah tengah mengurangi genangan banjir yang terjadi di beberapa perumahan di wilayah Pondok Gede dan Jatiwaringin. Pihaknya tengah membangun saluran crossing Buaran dengan dana bantuan DKI Jakarta senilai Rp16 miliar.

“Ini salah satu penanganan banjir di daerah perbatasan dekat DKI Jakarta,” imbuh dia.

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana menambahkan, pemerintah sedang membangun dua polder air. Di antaranya di wilayah Ciketing Udik dan Perumahan Harapan Baru.

“Fungsinya untuk membantu mengatasi banjir di wilayah sekitar,” tutur Arief.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More