Minggu 13 Oktober 2019, 13:45 WIB

Pengamat Sebut Jalur LRT Jabodebek belum Siap Beroperasi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Pengamat Sebut Jalur LRT Jabodebek belum Siap Beroperasi

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Rangkaian kereta LRT meninggalkan Stasiun Velodrome, Jakarta, Selasa (13/8/2019)

 

PENGAMAT transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, meminta LRT Jabodebek tidak perlu terburu-buru mengoperasikan lintas pelayanan Harjamukti (Cibubur)-Cawang sepanjang 14,95 kilometer.

Menurutnya, meski lintas tersebut sudah selesai secara konstruksi, namun belum dilengkapi dengan fasilitas sinyal, telekomunikasi dan listrik.

"Ditambah lagi pekerjaan konstruksi bangunan stasiun belum mencapai 50%. Disamping itu, jalan akses ke stasiun, fasilitas transportasi umum lanjutan dan lahan parkir bagi kendaraan bermotor dan tidak bermotor belum nampak sama sekali," ujar Djoko dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (13/10).

Djoko mengungkapkan depo untuk merawat dan menyimpan kereta ketika tidak beroperasi belum ada. Untuk sementara, di ujung Stasiun Harjamukti (Cibubur) sudah disediakan depo sementara (pitstop) yang bisa menampung dua train set LRT.

"Selain itu pembangunan depo di Bekasi Timur masih terkendala pembebasan lahan," ucap Djoko.

Pengoperasian LRT Jabodebek, lanjut Djoko, bukan hanya rangkaian kereta saja yang beroperasi di atas lintas yang sudah terbangun. Fasilitas persinyalan, telekomunikasi dan listrik di sepanjang lintas harus terpasang dan dapat beroperasi setelah melalui sejumlah uji kelayakan.

Baca juga: Ini Cara LRT Jakarta Dongkrak Jumlah Penumpang

Yang tak kalah penting, kesiapan layanan stasiun sebagai tempat naik turun penumpang, transaksi pembelian tiket dan ruang tunggu.

"Aksesibilitas jaringan jalan yang memadai dari dan menuju stasiun. Lahan parkir bagi kendaraan bermotor dan tidak bermotor harus disediakan. Perhatian bagi disablitas, anak-anak, usia lanjut sudah merupakan standar yang harus disediakan di setiap sektor layanan transportasi," tutur Djoko.

Ia menjabarkan rencana jaringan LRT Jabodebek sepanjang 82,93 kilometer terbagi dalam dua fase pembangunan. Fase pertama sepanjang 44,43 kilometer dengan 19 stasiun dan terbagi dalam tiga lintas pelayanan, yaitu lintas pelayanan 1 antara Cawang-Harjamukti (Cibubur) sepanjang 14,89 kilometer dengan 4 stasiun.

Lalu lintas pelayanan 2 antara Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sepanjang 11,05 kilometer dengan 9 stasiun. Lintas pelayanan 3 antara Cawang-Jatimulya (Bekasi Timur) sepanjang 18,49 kilometer dengan 6 stasiun.

Kemudian untuk fase kedua memiliki panjang 38,5 kilometer yang terbagi tiga lintas pelayanan. Lintas Palmerah-Senayan 7,8 kilometer, lintas Cibubur-Bogor 25,0 kilometer dan lintas Palmerah-Grogol 5,7 kilometer.

Stasiun Cawang merupakan pertemuan dari tiga lintas pelayanan. Stasiun Halim akan terhubung dengan layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Fase pertama direncanakan selesai dan bisa beroperasi sebelum berakhir tahun 2021. Semula ditargetkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More