Minggu 13 Oktober 2019, 11:08 WIB

Dua Desa di Kabupaten Bogor Gelar Program Desa Siaga Bencana

mediaindonesia.com | Nusantara
Dua Desa di Kabupaten Bogor Gelar Program Desa Siaga Bencana

Istimewa
Program kegiatan Desa Siaga Bencana di

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan dalam 10 tahun terakhir, banjir adalah bencana yang paling sering terjadi setelah puting beliung. Pada 2017, tercatat terjadi banjir hingga 979 kali

Bencana banjir kerap terjadi di Pulau Jawa, termasuk provinsi Jawa Barat yang menempati urutan ketiga tertinggi kejadian banjir dengan jumlah rata-rata 84,9 kali sepanjang 2019. Karena itu, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana ini.

Desa Cijayanti  dan Kampung Sawah, Desa Leuwinutug, Kabupaten Bogor, Jawa Barat  adalah dua desa yang dikenal rentan terkena bencana banjir. 

Sepanjang 2019, Desa Leuwinutug dan Desa Cijayanti terhitung telah mengalami tiga kali bencana banjir. Di Desa Cijayanti, selain masalah banjir yang sudah empat kali merobohkan dan menghanyutkan jembatan, masyarakat juga memiliki kesulitan mengakses air bersih.

Sebagai daerah  yang rawan bencana banjir, dua desa tersebut melakukan sejumlah inisiatif pembangunan infrastruktur untuk  meminimalkan dampak bencana banjir.   

Dalam upaya menimalkan dan mengantisipasi dampak bencana banjir, dilakukan gotong royong membangunan renovasi jembatan gantung sepanjang 50 meter akses penghubung antardesa yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Bencana banjir juga merusak lahan mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar bertani padi dan singkong Sejak dimulai awal September lalu

Sejak awal September 2019, dengan menggandeng Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Bogor, digelar kegiatan gotong royong pembangunan jembatan itu selama lima minggu dengan dukungan dan melibatkan 500 Prudential Indonesia atau PruVolunteer.

“Tahun ini Prudential Indonesia menjawab tantangan Chairman’s Challenge dengan memberdayakan komunitas di Desa Cijayanti dan Desa Leuwinutug, Bogor, yang secara geografis terletak dekat dengan aliran sungai sehingga sering terdampak banjir,” kata Sharia, Government Relations & Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo di Bogor, Sabtu (12/10).

“Melalui serangkaian kegiatan yang kami lakukan selama lima minggu, Chairman’s Challenge tahun ini berhasil memberikan dampak positif kepada 2.844 kepala keluarga atau 9.933 warga di kedua wilayah tersebut,” ujar Nini.

“Kehadiran di Desa Siaga Bencana ini juga merupakan perwujudan komitmen Prudential Indonesia dalam membangun komunitas dan generasi penerus yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana,” tambah Nini.

Nini menjelaskan para PRUVolunteers dan berbagai komunitas lokal secara bergantian berkontribusi dalam membantu mempersiapkan masyarakat agar lebih siap dan siaga dalam menghadapi kemungkinan bencana banjir di kedua wilayah tersebut.

Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pembangunan jembatan, menanam tumbuhan hingga pembangunan tempat penyimpanan air yang lebih baik.

Di akhir program, pembangunan sarana dan prasarana dan beberapa kegiatan mitigasi banjir telah dilakukan, di antaranya lubang biopori untuk resapan air, penanaman pohon salam untuk mencegah erosi tanah, pembangunan bak sampah komunal serta gudang rescue.

Selain itu, di dua desa tersebut juga dibangun pengadaan sumber air bersih di lokasi yang tidak terkena banjir, instalasi early warning system serta jalur evakuasi, pengadaan alat siaga bencana berupa perahu, dayung, handie talkie (HT), pelampung, P3K, dan tali lempar. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More