Minggu 13 Oktober 2019, 11:00 WIB

Komunitas ISP Ingin Buat Anak Muda Banyuwangi Melek Saham

Usman Afandi | Nusantara
Komunitas ISP Ingin Buat Anak Muda Banyuwangi Melek Saham

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Dua karyawan mengamati monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta,

 

PEMAHAMAN investasi di pasar modal yang sangat minim mengakibatkan seseorang takut untuk terjun berinvestasi di pasar modal khususnya saham. Melihat realita tersebut, puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Banyuwangi melakukan upaya edukasi secara sukarela untuk memberi pemahaman pada masyarakat supaya sadar pentingnya investasi saham.

Acara yang berlangsung Sabtu (12/10) malam, bertempat di kafe Grillaz diisi dengan pemateri dari Panin Skuritas Surabaya, Meidiana Maya Damyanti, 24, yang memaparkan tentang pengenalan pasar modal khususnya saham.

Meidiana mengatakan, investasi surat berharga seperti saham di pasar modal sangat lah mudah dan bisa diakses serta dijangkau semua kalangan. Baik usia muda maupun tua, semuanya bisa.

"Persyaratan jadi investor saham itu sangat mudah, yang penting mereka sudah punya KTP (kartu tanda penduduk), rekening bank dan NPWP," kata Meidiana kepada Media Indonesia usai memaparkan materi, Sabtu (12/10)

Pasar modal, lanjut dia, merupakan jenis pasar yang menjual surat-surat berharga. Di dalam pasar modal itu ada obligasi, reksadana dan saham, sedangkan saham itu surat kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Ia menggambarkan jika membeli saham maka kamu akan jadi pemilik perusahaan tersebut dan bisa ikut rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Di Indonesia sendiri ada lebih dari 600 emiten (perusahaan) yang sudah IPO (Initial public offering) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI)," paparnya.

Baca juga: Pelemahan Saham Perbankan dan Industri Picu Anjloknya IHSG

Selain bisa ikutan RUPS, pemilik saham juga mendapatkan deviden (pembagian laba bersih perusahaan) meskipun hanya punya satu slot saham saja. Satu slot terdiri dari 100 lembar saham. RUPS biasanya dilaksanakan satu tahun sekali tergantung pada perusahaan yang sahamnya dibeli.

"Anak-anak muda harus sadar akan pentingnya investasi. Masa depan kita lah yang menentukan, apalagi generasi muda harus cerdas berinvestasi," tuturnya.

Selain itu, komunitas ISP merupakan komunitas yang bergerak di bidang edukasi pasar modal khususnya saham. Komunitas ISP di Banyuwangi baru berdiri tahun 2016. Hingga tahun 2019, ISP masih tetap eksis menyebarkan pemahaman literasi tentang pasar modal khususnya saham.

"Sejak berdiri pada tahun 2016 lalu, kami terus menerus melakukan gerakan-gerakan. Intinya kami ingin di Banyuwangi semua anak muda paham tentang saham," kata ketua ISP Banyuwangi, Fendy, 23, kepada Media Indonesia.

Fendy juga menjelaskan komunitas ISP sebenarnya ada di lebih dari 60 regional di Indonesia. Untuk Jawa Timur, terdapat 12 regional seperti Surabaya, Malang, Mojokerto, Lumajang, Jember hingga ke bumi Blambangan Banyuwangi.

"Kami siap memfasilitasi anak-anak muda Banyuwangi, ISP itu komunitas sosial, bukan untuk mencari profit, tapi di sini kami belajar memahami pasar modal, supaya meraka tidak terjebak dengan iming-iming investasi bodong," imbuhnya.

Di Banyuwangi, lanjut Fendy, ada perusahaan tambang emas PT Merdeka Coppers Gold dengan kode emiten saham MDKA, perusahaan ini tidak banyak diketahui orang sudah listing di bursa saham. Maka dengan gabung di komunitas ISP, bisa membedah langsung tentang perusahaan tersebut.

"Kegiatan kita ini positif, selain edukasi, kita juga sering melakukan bedah emiten. Contoh perusahaan tambang emas, kode sahamnya MDKA, kita bisa belajar analisa mulai teknikalnya, fundamentalnya, seperti laporan kinerja keuangan. Dengan membedah perusahaan itu kita bisa tahu, bagus apa tidak untuk diinvestasikan jangka panjang," tuturnya.

Ia berharap sering digelarnya acara ISP, masyarakat Banyuwangi bisa paham betul tentang pasar modal dan tidak terjebak dengan investasi bodong.

"Saya yakin dengan kita sering melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti kopdar ini, saya berharap masyarakat Banyuwangi tidak terjebak dengan investasi bodong yang menjerumuskan masyarakat," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More