Sabtu 12 Oktober 2019, 14:15 WIB

Penuhi Gizi Anak Selama 1.000 Hari Pertama Cegah Stunting

Antara | Humaniora
Penuhi Gizi Anak Selama 1.000 Hari Pertama Cegah Stunting

Thinkstock
Ilustrasi Ibu dan Bayi.

 

AHLI gizi sekaligus alumni Young Children Feeding in Emergency (IYCF-E) UNICEF Nurlienda Hasanah mengajak masyarakat bersama-sama mencegah stunting pada anak dengan memenuhi gizi anak pada seribu hari pertama mereka.    

"Sebelum seribu hari pertama, pas hamil, para ibu makannya harus baik," katanya usai mengisi talkshow di Jakarta, Jumat (11/10).        

Ia mengatakan seribu hari pertama pada anak bukan dimulai ketika bayi baru dilahirkan, tetapi ketika bayi tersebut masih dalam kandungan.    

Pada seribu hari pertama sejak bayi masih dalam kandungan, ibu dan anggota keluarga lain perlu mendukung tumbuh kembang dengan memenuhi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi secara baik.    

"Terutama pada trimester pertama karena pembentukan otak dan segala macam. Perbanyak makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi karena asam folat sangat penting. Itu didapat dari protein," ujarnya.

Baca juga: YKPI Tekan Angka Kanker Payudara di Indonesia

Selain itu, ibu hamil juga perlu tetap berolahraga minimal 30 menit per hari selama tiga kali dalam sepekan untuk menjaga hormon tubuh agar tetap stabil.    

Berikutnya adalah dengan menghindari paparan asap rokok atau polusi udara dari asap kendaraan.      

"Asap kendaraan itu timbalnya tinggi. Kalau terhirup, aliran darah ke otak menjadi berkurang karena dia mengikat oksigennya. Itu membuat peredaran darah tidak lancar," katanya.    

Selanjutnya adalah dengan bijak membaca label kemasan makanan bagi mereka yang suka memakan makanan instan.    

Ibu hamil perlu mengurangi makanan mie instan dan perlu juga memilih makanan yang rendah natrium dan karbohidrat tetapi tinggi protein.

"Cari makanan yang proteinnya tinggi dan natriumnya paling rendah. Hindari juga makanan yang memiliki komposisi bahan pewarna, pengawet dan perasa," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More