Sabtu 12 Oktober 2019, 07:50 WIB

Insiden Menes tak Ganggu Pelantikan Jokowi

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Insiden Menes tak Ganggu Pelantikan Jokowi

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

 

KETUA MPR Bambang Soesatyo memastikan agenda pelantikan Jokowi Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang tidak akan terganggu oleh insiden penusukan yang dialami Menko Polhukam Wiranto dua hari lalu.

Wiranto ditusuk oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara, 31, di Alun-Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, dan hingga kemarin masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Pelaku ialah anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mengatakan peristiwa itu memang perlu mendapat perhatian serius sekaligus warning bagi semua pihak soal ancaman yang bisa datang setiap saat.

''Yang pasti saya yakin dan percaya peristiwa itu tidak akan mengganggu agenda nasional kita, ritual terakhir pesta demokrasi, yaitu pelantikan presiden 20 Oktober,'' ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, kemarin.

Bamsoet mengatakan tugas pengamanan pelantikan presiden-wapres terpilih bukan ranah MPR, melainkan tanggung jawab pihak kepolisian, TNI, dan intelijen. Pimpinan MPR pun akan berkoordinasi dengan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk mematangkan pengamanan acara pelantikan tersebut.

Setelah menyambangi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, kemarin pimpinan MPR bertandang ke rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menyampaikan undangan pelantikan presiden-wapres terpilih. Prabowo ialah rival Jokowi pada Pilpres 2019.

Pimpinan MPR tiba di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.40 WIB. Dari 10 pimpinan MPR, hanya Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN yang tidak tampak.

Tak cuma menyampaikan undangan, pimpinan MPR juga berdiskusi dengan Prabowo tentang nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

"Pak Prabowo menekankan kontestasi telah selesai dan kini kita saatnya bersatu membangun bangsa ini," tuturnya seusai pertemuan sekitar 2 jam itu.

Prabowo mengaku merasa dihormati oleh pimpinan MPR yang mau berkunjung ke kediamannya. Dirinya pun memastikan akan menghadiri prosesi pelantikan Jokowi-Amin. "Ini wajib. Kita wajib hadir sebagai warga negara untuk menghormati sistem politik.''

Dia menekankan kontestasi pilpres sudah usai sehingga semua elemen bangsa mesti kembali bersatu.  "Boleh berdebat, tapi ujungnya harus untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat. Kita harus bersatu untuk kepentingan bangsa dan rakyat. Ada jiwa itu dan saya sangat gembira," tandas Prabowo. (Uta/Mal/Ant/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More