Sabtu 12 Oktober 2019, 07:30 WIB

Pemprov DKI akan Tayangkan Langsun Rapat Pembahasan KUA PPAS 2020

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Pemprov DKI akan Tayangkan Langsun Rapat Pembahasan KUA PPAS 2020

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah berjanji akan transparan dalam menyusun anggaran. Hal itu dibuktikan dengan menampilkan secara live rapat pembahasan Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2020.

"Nanti pembahasannya saya minta live oleh Bappeda (untuk ditayangi). Live dari sistem kita," ungkap Saefullah di Gedung Balai Kota Jakarta, Jumat (11/10)

Selama ini, beberapa pihak mengkritik kinerja Pemprov DKI terkait transparansi anggaran karena belum diunggahnya dokumen KUA PPAS.

Lebih lanjut, Saefullah menerangkan dalam rapat pembahasan itu akan dijelaskan per poin.

Baca juga: DPRD DKI Minta Penetapan AKD Rampung 20 Oktober

Rapat tersebut baru akan dilaksanakan setelah pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) ditetapkan.

"Apa yang dibahas point 1, 2, 3, 4 apa (isi) pembahasanya. Apa yang diragukan di sini, isinya buka, nanti kepala dinas SKPD menjelaskan maksudnya untuk apa saja," terang Saefullah.

"Live-nya melalui sistem kita. Nanti kalau dilakukan perubahan di situ gitu. Nanti siapa yang buka password, siapa yang menginput jam, menit keliatan gitu," sambungnya.

Sekda kemudian menegaskan agar publik tidak perlu khawatir terhadap penyusunan anggaran. Hal itu disampaikan untuk menanggapi isu yang beredar terkait transparansi anggaran karena tidak segera mengunggah dokumen KUA PPAS.

"Pemprov DKI Jakarta sangat mendorong pemberitaan yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Termasuk dalam hal keterbukaan pada setiap penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah di 2020," tandas Saefullah. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More