Sabtu 12 Oktober 2019, 00:09 WIB

Darmizal: Tidak Ada Ruang Bagi Tindakan Terorisme

Selamat Saragih | Politik dan Hukum
Darmizal: Tidak Ada Ruang Bagi Tindakan Terorisme

Istimewa
Ketua Umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal

 

KETUA Umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal menilai, tindakan penusukan yang dilakukan Syahril Alamsyah terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Wiranto merupakan bentuk teror yang yang dilakukan kelompok jaringan teroris.

Menurut Darmizal, aksi pelaku teror dan tindakan terorisme dalam beberapa waktu berselang jelas memperlihatkan lompatan panjang dalam aksi mereka.

"Kita bisa melihat mulai dari memberi tanda atau signal dalam berbagai ceramah dan aksi jalanan. Lantas dilanjutkan dengan penyekapan disertai penganiayaan kepada penggiat media sosial yang juga sebagai relawan Jokowi, Ninoy Karundeng d itempat ibadah, kemudian penyerangan fisik terhadap tokoh sentral bangsa Indonesia," ujar Darmizal di Jakartra, Jum'at (11/10).

Menurut Darmizal, segala bentuk teror dan tindak kekerasan tidak bisa dibiarkan dan ditolerir. Sebab, negara Indonesia adalah negara hukum yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

"Jadi tidak ada ruang bagi pelaku teror di negara ini. Tindakan terorisme adalah biadab," ungkapnya.

Kedepan, lanjut Darmizal, harus lebih meningkatkan kewaspadaan saat mengamankan pejabat negara yang sedang berinteraksi langsung kepada masyarakat.

"Karena, tidak menutup kemungkinan pelaku teror itu akan meyusup ditenga-tengah masyarakat kemudian melancarkan aksinya seperti yang menimpa Pak Wiranto," tuturnya.

Pada, Kamis (10/10) Menkopolhukam Wiranto ditusuk seorang pria yang diduga terkit jaringan terorisme pada bagian perut saat baru  turun dari kendaraan dan hendak naik helikopter di alun-alun Mennes, Pandegelang.

Dua orang pelaku sudah ditangkap dalam peristiwa tersebut. Selain mengenai Wiranto pelaku juga menusuk Kapoksek Mennes Kompol Dariyanto dan seorang warga. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More