Jumat 11 Oktober 2019, 22:09 WIB

Prabowo dan MPR Sepakat Jaga Persatuan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Prabowo dan MPR Sepakat Jaga Persatuan

Antara/Galih Pradipta
Ketua MPR bambang Soesatyo di Kediaman Prabowo Subianto, Jumat (11/10) malam

 

PERTEMUAN pimpinan MPR dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berlangsung hangat dan penuh dengan diskusi tentang nilai-nilai kebangsaan dan persatuan sebagai satu bangsa.

"Pak Prabowo menekankan kontestasi telah selesai dan kini kita saatnya bersatu membangun bangsa ini," kata Ketua MPR bambang Soesatyo (Bamsoet) di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara Jakarta, Jumat (11/10).

Kunjungan pimpinan MPR ke kediaman Prabowo dalam rangka menyampaikan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan berlangsung 20 Oktober mendatang di Gedung DPR/MPR.

Bamsoet memastikan Prabowo akan menghadiri prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yaitu Joko Widodo (jokowi) - Ma'ruf Amin.

"Beliau nyatakan tidak diundangpun beliau akan hadir. Jadi ingin menunjukkan kepada masyrakat Indonesia bahwa beliau ingin mengutamakan persatuan," jelas Bamsoet usai pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam itu.

Baca juga : Prabowo: Saya Mengutuk Radikalisme, Tidak Boleh Ada di Indonesia

Bamsoet mengapresiasi sikap kenegarawan Prabowo yang ingin mengtuamakan persatuan. Menurut Bamsoet, Prabowo merupakan tokoh bangsa yang sikap kenegarwanannya patut dihormati oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Di dalam tadi Pak Prabowo menyebut bahwa bersatu itu keren. Jadi terima kasih banyak Pak Prabowo atas diskusi yang hangat dan tetap ingin menjalin hubungan silaturahmi dengan kami sebagai pimpinan MPR," tuturnya.

Sementara itu, Prabowo mengaku merasa dihormati oleh para pimpinan MPR yang mau berkunjung ke kediaman pribadinya. Dirinya pun memastikan akan memenuhi undangan MPR untuk menghadiri prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Ini wajib. Kita wajib hadir sebagai warga negara untuk menghormati sistem politik," ujarnya.

Prabowo menekankan kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) telah usai. Ia mengajak semua elemen bangsa untuk kembali bersatu menjunjung nilai-nilai ke Indonesiaan debfab hidup berdampingan dan saling menghormati satu sama lain.

Baca juga : Pertemuan Jokowi-Prabowo Bisa Terkait Konsolidasi Pemilu 2024

Perbedaan pandangan politik dalam kontestasi Pemilu, lanjutnya tidak boleh mencederai kehidupan berbangsa dan bertanah air.

"Boleh berdebat tapi ujungnya harus untuk kepentingan bangsa, negara, dan rakyat. Kita harus bersatu untuk kepnitngan bangsa dan rakyat. Ada jiwa itu dan saya sangat gembira," ungkapnya.

Dari ke 10 pimpinan MPR yang ada, hanya Zulkifli Hasan selaku Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN yang tidak nampak dalam pertemuan tersebut. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More